MARKET DATA
Internasional

Update Negara Chaos Digulung Krisis, Darurat Nasional-Pesawat AU Jatuh

luc,  CNBC Indonesia
22 June 2026 06:03
Pemerintah Bolivia mengambil langkah drastis untuk menghadapi krisis yang terus membesar setelah Presiden Rodrigo Paz pada Sabtu (20/6/2026) waktu setempat mengumumkan status keadaan darurat nasional. (REUTERS/Claudia Morales)
Foto: Pemerintah Bolivia mengambil langkah drastis untuk menghadapi krisis yang terus membesar setelah Presiden Rodrigo Paz pada Sabtu (20/6/2026) waktu setempat mengumumkan status keadaan darurat nasional. (REUTERS/Claudia Morales)

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya pemerintah Bolivia untuk mengakhiri krisis sosial dan politik yang telah berlangsung selama 50 hari menunjukkan kemajuan penting pada Minggu (21/6/2026), ketika sejumlah blokade jalan yang melumpuhkan negara mulai dibuka. Namun, perkembangan tersebut dibayangi tragedi jatuhnya pesawat dukungan militer yang menewaskan enam orang di tengah operasi penanganan krisis.

Otoritas jalan raya Bolivia melaporkan, sebagaimana dilansir Reuters, jumlah blokade yang masih berlangsung turun menjadi 28 titik setelah serangkaian terobosan dalam negosiasi dengan kelompok demonstran.

Perkembangan ini terjadi sehari setelah Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat guna mengatasi krisis yang dipicu aksi blokade antipemerintah yang selama berminggu-minggu menutup jalur-jalur utama transportasi, membuat truk-truk terjebak, serta menghambat distribusi makanan, bahan bakar, dan obat-obatan ke berbagai wilayah.

Pada Minggu pagi, Majelis Legislatif Bolivia secara mayoritas menyetujui dekret keadaan darurat yang dikeluarkan Paz. Persetujuan parlemen itu bertepatan dengan sejumlah perkembangan positif di lapangan.

Di wilayah Santa Cruz, pejabat pemerintah dan pemimpin demonstran menandatangani kesepakatan untuk mencabut blokade penting di kota San Julian, salah satu titik yang selama ini menjadi hambatan utama arus distribusi.

Sementara itu, federasi petani Tupac Katari yang berpengaruh di wilayah La Paz mengumumkan penghentian sementara aksi protes mereka. Meski demikian, organisasi tersebut menegaskan bahwa tuntutan yang mereka ajukan tetap berlaku dan belum dicabut.

Tuntutan kelompok itu mencakup berbagai isu, mulai dari langkah-langkah bantuan ekonomi, pencabutan sejumlah dekret pemerintah, perlindungan politik dan tenaga kerja, hingga persoalan kualitas bahan bakar.

Sebagian besar demonstran yang terlibat dalam aksi blokade diketahui memiliki hubungan politik dengan mantan Presiden Evo Morales, tokoh kiri yang masih memiliki pengaruh besar di negara tersebut.

Morales pada Minggu mengeklaim melalui media sosial bahwa kawasan Tropic of Cochabamba, wilayah pertanian tropis di Bolivia tengah yang menjadi basis politik utama gerakannya, sedang mengalami gangguan layanan publik.

Menurut Morales, daerah tersebut menghadapi pemadaman listrik, gangguan layanan telepon, serta pembatasan layanan perbankan.

Adapun gelombang kerusuhan yang mengguncang Bolivia bermula setelah Presiden Rodrigo Paz mengambil langkah kontroversial memangkas subsidi bahan bakar yang telah lama berlaku.

Kebijakan itu ditempuh untuk menekan defisit anggaran di tengah semakin menipisnya cadangan dolar AS dan berlangsungnya pembicaraan pemerintah dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai paket penyelamatan ekonomi.

Ekonomi Bolivia saat ini menghadapi tekanan berat akibat krisis devisa, berkurangnya pendapatan ekspor, serta meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Meski pemerintah kemudian mengambil sejumlah langkah untuk menstabilkan harga bahan bakar dan membatalkan reformasi agraria yang tidak populer, protes justru semakin meluas.

Serikat pekerja dan kelompok masyarakat lainnya menuntut kenaikan upah, penyelesaian kelangkaan bahan bakar dan dolar AS, serta mendesak Presiden Paz mengundurkan diri dari jabatannya.

Tragedi Pesawat Militer

Di tengah kemajuan tersebut, Bolivia justru diguncang kabar duka setelah sebuah pesawat Angkatan Udara yang menjalankan penerbangan bantuan mengalami kecelakaan.

Kementerian Pertahanan Bolivia dalam pernyataannya mengatakan sebuah jet militer yang sedang menuju Cochabamba dari kota El Alto, yang berada di dekat La Paz, jatuh dan menewaskan seluruh enam orang yang berada di dalamnya. Korban terdiri dari empat warga sipil dan dua awak pesawat.

Pesawat jenis Cessna FAB-409 itu ditemukan di daerah pegunungan terpencil di kawasan Andes tinggi, wilayah Departemen Cochabamba, di sebelah barat Kota Cochabamba.

Pihak kementerian tidak menjelaskan penyebab kecelakaan tersebut dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Pemerintah juga tidak memerinci misi yang sedang dijalankan pesawat saat insiden terjadi. Namun, kementerian mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir pesawat yang sama digunakan untuk mengangkut anak-anak penderita kanker menuju pusat-pusat pengobatan selama berlangsungnya blokade jalan di berbagai wilayah Bolivia.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Chaos! Krisis Ekonomi Memburuk, Presiden Tetapkan Darurat Nasional


Most Popular
Features