MARKET DATA

Pelabuhan RI di Depan Singapura Ini Lagi Dipermak-Beres Akhir 2026

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
19 June 2026 17:35
Pelabuhan Tanjung Uban. (Tangkapan Layar/Pemprov Kepri
Foto: Pelabuhan Tanjung Uban. (Tangkapan Layar/Pemprov Kepri

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelabuhan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang menjadi salah satu pintu transportasi laut strategis di kawasan perbatasan dekat Singapura, tengah menjalani pengembangan kapasitas. ASDP tengah menambah fasilitas sandar dan memperkuat infrastruktur pelabuhan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus penumpang maupun kendaraan yang terus meningkat.

Salah satu pekerjaan utama yang dilakukan adalah pembangunan Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter. Dermaga baru tersebut dirancang untuk melayani kapal berkapasitas hingga 1.000 Gross Register Tonnage (GRT/ Tonase Kotor) dan akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan serta penumpang.

Tak hanya menambah dermaga baru, juga dilakukan peningkatan kapasitas Dermaga 1. Melalui penguatan struktur dan fasilitas sandar, dermaga eksisting itu nantinya mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.

Langkah ini dilakukan seiring tingginya aktivitas penyeberangan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Uban. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, pelabuhan tersebut telah melayani lebih dari 301 ribu penumpang dan sekitar 131 ribu kendaraan. Volume lalu lintas yang terus bertumbuh membuat peningkatan kapasitas pelabuhan dinilai penting agar operasional penyeberangan tetap berjalan lancar sekaligus mengurangi potensi antrean pada jam-jam sibuk.

"Kami memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Saat ini Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan. Salah satu rute dengan pergerakan tertinggi adalah Tanjung Uban-Telaga Punggur yang menghubungkan Pulau Bintan dengan Batam.

Untuk melayani rute tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Tanjung Burang dan KMP Baru yang melayani angkutan penumpang maupun kendaraan setiap harinya. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kepulauan Riau.

General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto menyebut seluruh proyek yang sedang berjalan ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga kapasitas layanan di wilayah Kepulauan Riau dapat meningkat.

"Seluruh pekerjaan ini kami targetkan dapat selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026. Melalui peningkatan kapasitas dermaga dan modernisasi fasilitas pendukung, tujuannya guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah," jelas Reno.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bocoran Proyek Water Taxi di Bali, Bandara ke Canggu Terasa Sejengkal


Most Popular
Features