MARKET DATA

BI Rate Naik Jadi 5,75%, Pemerintah Anggap Mujarab Buat Rupiah-IHSG

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
19 June 2026 15:30
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso saat Konferensi Pers Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TW II 2025 di Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso saat Konferensi Pers Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TW II 2025 di Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga merupakan langkah positif di tengah gejolak global.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso meyakini BI telah menjalankan tugasnya untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. Di sisi lain, langkah menaikkan suku bunga juga untuk menjaga stabilitas inflasi.

Terkait inflasi, Susiwijono menekankan, pihaknya juga sebetulnya telah berkoordinasi terus dengan BI melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

"Jadi kan ini kan merespon dinamika global maupun nasional dan saya kira Bank Sentral memainkan peran yang sangat baik dan sangat strategis untuk mengontrol semuanya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Ekonomi, Jumat (19/6/2026).

Selain itu, Susi memandang langkah menaikkan suku bunga acuan tersebut juga demi menjaga spread bunga dengan bank sentral Amerika Serikat (Fund Fed Rate) sebagai acuan dunia.

Tujuannya adalah untuk menjaga aliran modal asing tidak keluar dari Indonesia, meskipun ada upaya-upaya lain untuk menarik dana asing masuk ke Indonesia.

"Alhamdulillah hasilnya juga cukup baik nih relatif rupiah juga masih gak cukup ini sekali lah walaupun angkanya mungkin masih di Rp17.700-Rp18.000 tapi relatif terkendali tidak sampai ke Rp18.000. IHSG juga beberapa hari masih di atas 6.000," kata Susi.

Seperti diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

"RDG BI pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 25bps menjadi 5,75%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026)

Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Rate Naik 'Obat Stabilitas' Rupiah & Inflasi


Most Popular
Features