MARKET DATA

Jangan Kaget! Ternyata Harga Tanah di Hotel Sultan Bisa Tembus Segini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
19 June 2026 09:35
Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat dipasangi pagar kawat berduri menjelang eksekusi yang akan dilakukan hari ini Kamis (18/06/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Perebutan kawasan eks Hotel Sultan di Senayan, Jakarta Pusat, tak lepas dari nilai asetnya yang sangat besar. Di tengah proses pengosongan yang dilakukan pemerintah, kubu pemilik PT Indobuildco mengungkap nilai aset Hotel Sultan saat ini telah mencapai lebih dari Rp20 triliun.

Nilai tersebut berasal dari harga tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan Hotel Sultan diperkirakan sekitar Rp6 triliun, sementara Rp14 triliun berasal dari nilai lahan yang berada di salah satu kawasan paling strategis di ibu kota.

Besarnya nilai aset tersebut sejalan dengan kondisi pasar properti premium Jakarta yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan.

"NJOP lahan di CBD, Sudirman, SCBD, itu sudah Rp150 juta ke atas. Sudirman itu Rp150 juta ke atas, termasuk sekitar Senayan ada yang sudah tembus Rp100 juta," kata Associate Director PT Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea kepada CNBC Indonesia, Jumat (19/6/2026).

Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026).  (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Menurutnya, harga pasar tanah tidak selalu mengikuti NJOP. Namun dalam praktiknya, banyak pemilik lahan dan pengembang menjadikan NJOP sebagai acuan dasar sebelum menentukan harga jual yang diinginkan.

"Kalau secara historically ya nilai pasar harus di atas NJOP. Kita tidak diatur oleh peraturan atau kebijakan mana pun apakah nilai pasar harus di atas atau di bawah NJOP. Tapi sering kali developer menjadikan benchmark untuk dia punya ekspektasi terhadap nilai tanah dia," ujarnya.

Di kawasan SCBD, selisih antara NJOP dan harga pasar bahkan bisa sangat lebar. Pada sejumlah transaksi, nilai tanah tercatat dapat mencapai satu setengah kali dari NJOP yang berlaku.

"Di SCBD ada yang up to 1,5 kali lipat nilainya. Jadi kalau seumpamanya ada NJOP Rp150 juta misalnya dikali 1,5 ya Rp225 juta. Itu ada. Tapi itu nggak apa-apa, karena memang nggak ada yang mengatur," jelas Martin.

Jika asumsi harga tanah premium di pusat Jakarta berada pada kisaran Rp200 juta hingga Rp225 juta per meter persegi, maka valuasi lahan Hotel Sultan yang membentang lebih dari 12 hektare dapat mencapai puluhan triliun rupiah. Tak heran jika kawasan tersebut menjadi aset yang sangat diperebutkan oleh berbagai pihak.

Ia juga menilai tren kenaikan harga tanah di kawasan premium Jakarta masih berpotensi berlanjut dalam jangka panjang. Bahkan, bukan tidak mungkin NJOP di kawasan CBD suatu saat menyentuh level yang jauh lebih tinggi dibanding saat ini.

"Saya rasa kalau sudah NJOP per meter mungkin suatu saat, bukan sekarang ya, Rp250 juta," ujar Martin.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap, Pemerintah Bakal Eksekusi Ambil Alih Hotel Sultan Pekan Ini


Most Popular
Features