MARKET DATA

AS-Iran Damai, BI Anggap Ketidakpastian Global Masih Tinggi

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
18 June 2026 14:08
Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara ihwal efek damai perang Iran dan Amerika Serikat, yang telah ditandatangani kedua negara pada 14 Juni 2026.

Perry mengatakan, perdamaian yang disebut interim deal ini tidak mengurangi ketidakpastian ekonomi akibat efek perang yang sangat dalam terhadap aktivitas ekonomi global.

"Ketidakpastian global akibat perang tetap tiggi walaupun mereda setelah interim deal AS dan Iran," kata Perry saat konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

Perry emngatakan, meski ada perdamain, prospek pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini masih akan rendah di kisaran 3% dengan tekanan inflasi sekitar 4,4%.

"Perang berlangsung sejak akhir Februari menimbulkan gangguan rantai pasok serta penurunkan prospek ekonomi global," ujar Perry.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking: AS-Iran Disebut Hampir Deal, Tinggal Tunggu Ini


Most Popular
Features