Proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, berakhir ricuh. Begini penampakannya.
Proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, berakhir ricuh. Itu terjadi setelah Massa simpatisan yang menolak eksekusi pengosongan tetap tidak mau bubar dan memilih bertahan di depan area Hotel Sultan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pihak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bersama-sama aparat Kepolisian dan TNI kemudian mencoba masuk area Hotel Sultan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Massa simpatisan lalu melakukan perlawanan, memukul aparat dengan kayu serta melempari dengan botol plastik. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Situasi tidak kondusif, aparat Kepolisian akhirnya menyemprotkan air ke massa simpatisan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Massa simpatisan akhirnya dapat dipukul mundur. Aparat dapat menguasai Hotel Sultan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan alasan eksekusi pengosongan Hotel Sultan karena ini merupakan aset negara sesuai keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dimana diputuskan pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK) atau eks Hotel Sultan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kemudian, Bambang menjelaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menarik aset-aset pemerintah atau negara yang selama ini dikuasai pihak lain. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)