Kementan Mau Sulap Kebun Teh Jadi Lahan Bawang Putih-Udah "Dekati" KDM
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengkaji pemanfaatan sejumlah lahan perkebunan teh yang sudah tidak produktif di wilayah Bandung, Jawa Barat, untuk mendukung program swasembada bawang putih. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sekitar 100 ribu hektare (ha) lahan tanam bawang putih dalam beberapa tahun mendatang.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, kebutuhan lahan menjadi salah satu aspek penting dalam program swasembada bawang putih. Pasalnya, tanaman bawang putih tidak dapat dibudidayakan di semua wilayah, dan membutuhkan kawasan dataran tinggi dengan kondisi iklim tertentu.
"Kalau menanam bawang putih (untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional) ini kurang lebih 100 ribu hektare. Tantangannya yang pertama adalah mencari tempat, karena bawang putih tidak bisa ditanam di semua lokasi, harus di daerah tinggi," kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Saat ini, katanya, pemerintah telah memiliki beberapa sentra pengembangan bawang putih yang sekaligus menjadi pusat pembibitan nasional, antara lain di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), Temanggung, Jawa Tengah, serta Humbang Hasundutan di Sumatra Utara.
Namun, untuk memenuhi target swasembada, pemerintah membutuhkan tambahan lahan dalam skala besar. Karena itu, Kementan mulai menggandeng sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan dan perkebunan, untuk ikut mendukung pengembangan komoditas tersebut.
"Tadi sudah didiskusikan dengan asosiasi petani bawang, (Perum) Bulog, ID Food, dan juga PTPN (PT Perkebunan Nusantara). Jadi BUMN terlibat. Offtaker pembibitan ini adalah ID Food dan Bulog," ujarnya.
Dalam skema yang sedang disiapkan, PTPN tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga akan berpartisipasi langsung dalam kegiatan budidaya bawang putih di lokasi yang dinilai sesuai.
Salah satu kawasan yang kini masuk dalam pembahasan adalah lahan perkebunan teh di Bandung, yang sebagian areanya sudah tidak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan produksi.
"Kita sedang bicara dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, bagaimana di daerah Bandung sana itu kebun teh ada sebagian yang sudah tidak beroperasi, kemudian bisa kita konversi menjadi lahan untuk bawang putih," ucap dia.
Sudaryono menegaskan, Kementan sebenarnya telah memetakan kebutuhan lahan sekitar 100 ribu hektare untuk mendukung target swasembada. Menurutnya, ketersediaan lahan dataran tinggi yang potensial masih cukup banyak sehingga pencarian lahan bukan menjadi hambatan utama.
"Kementerian Pertanian sudah identifikasi. Mencari 100 ribu hektare lahan itu sebetulnya bukan hal yang sulit karena kita memang punya tempatnya," ujar Sudaryono.
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar justru berada pada aspek penyediaan bibit. Hingga saat ini, lebih dari 90% kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor sehingga kapasitas pembibitan dalam negeri perlu diperkuat terlebih dahulu.
Menurut Sudaryono, penggunaan bibit impor secara langsung untuk areal tanam yang sangat luas juga tidak bisa dilakukan begitu saja. Bibit tersebut harus melalui proses adaptasi dan penangkaran agar sesuai dengan kondisi agroklimat Indonesia.
"Kalau bibit dari luar langsung ditanam untuk 100 ribu hektare belum tentu tumbuh optimal. Harus ada penyesuaian agroklimat dan proses penangkaran terlebih dahulu," ujarnya.
Karena alasan itu, pemerintah memperkirakan target swasembada bawang putih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk direalisasikan. Selain memperluas lahan tanam, pemerintah juga harus membangun ketersediaan bibit dalam negeri secara bertahap agar mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Dalam periode tersebut, pemerintah berencana terus menekan ketergantungan terhadap produk impor dengan meningkatkan produktivitas petani lokal.
"Sembari berjalan ini, nanti kuota impornya Insyaallah akan terus kita kurangi, dengan mendorong produktivitas dalam negeri kita," kata Sudaryono.
Pemerintah menargetkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan, fondasi swasembada bawang putih sudah mulai terbentuk, baik dari sisi ketersediaan lahan maupun pasokan bibit.
Dengan begitu, ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor diharapkan dapat berkurang secara bertahap, hingga akhirnya mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) |
source on Google [Gambas:Video CNBC]
