MARKET DATA

BBM Baru B50 Beredar Juli 2026, RI Bisa Hemat Rp157,2 Triliun

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
17 June 2026 17:00
Seorang pekerja mengoperasikan unit pencampur bahan bakar portabel selama acara pengujian biodiesel 50%, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal s
Foto: Seorang pekerja mengoperasikan unit pencampur bahan bakar portabel selama acara pengujian biodiesel 50%, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal sebagai B50, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi risiko yang timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan dengan implementasi mandatori pencampuran BBM biodisel 50% (B50) akan menghemat cadangan devisa negara. BBM baru ini akan diluncurkan pada 1 Juli 2026 mendatang.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menerangkan, bahwa dengan implementasi BBM B40 pada tahun lalu, negara mampu mencatatkan penghematan devisa sebesar Rp 133 triliun. Tahun ini diprediksi akan semakin bertambah.

"Dan di 2026 ini dengan implementasi B50, diharapkan kita bisa menghemat devisa kita Rp 157,28 triliun," kata Dwi Anggia, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Rabu (17/6/2026).

Anggia juga mengatakan dengan implementasi B50 diproyeksikan nilai tambah dari produk Crude Palm Oil (CPO) naik menjadi Rp 24,68 triliun dari Rp 20,9 triliun di tahun lalu. Sedangkan penyerapan tenaga kerja diprediksi bertambah menjadi 2.216.874 orang dengan implementasi B50, naik dari tahun lalu hanya 1,8 juta orang dari implementasi B40.

Adapun B50 juga berkontribusi dalam pencapaian Net Zero Emission, dengan penurunan emisi gas rumah kaca mencapai 46,72 juta ton.

"Selanjutnya, kami juga perlu menyampaikan pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodisel ini sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, dan juga sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan kita," kata Dwi Anggia.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article B50 Ditarget Bisa Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca 46,72 Juta Ton CO2


Most Popular
Features