MARKET DATA

MBG Libur, Perusahaan Besar Diminta Beli Telur & Daging Ayam Peternak

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
17 June 2026 16:25
Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga ju
Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, meminta perusahaan-perusahaan besar ikut menyerap telur dan daging ayam dari peternak selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami penurunan aktivitas akibat libur sekolah.

Langkah tersebut ditempuh pemerintah untuk menjaga harga telur dan daging ayam di tingkat peternak, agar tidak terus tertekan di tengah berkurangnya permintaan dari salah satu pasar besar, yakni program MBG.

Amran mengatakan, pemerintah telah meminta perusahaan-perusahaan yang selama ini berperan sebagai offtaker membeli produk peternak sesuai standar harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Ya minimal setelah libur ini (harga telur dan daging ayam) naik lagi. Tetapi untuk sementara kita menghimbau seluruh, yang perusahaan besar, yang menjadi off-taker, beli dengan standar pemerintah, di bawah pengawasan Satgas Pangan," kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia menuturkan, untuk mengatasi kondisi anjloknya harga telur dan daging ayam ras, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), memperkuat penyerapan hasil peternak, hingga memberikan dukungan pakan ternak berupa SPHP jagung.

"Ada beberapa langkah kita ambil kemarin. Yang pertama adalah BGN, Kepala BGN langsung kami telepon. Yang kedua adalah penyerapan. Yang ketiga adalah pakannya ada SPHP, yang subsidi pakan ternak jagung dari Bulog," ujarnya.

Selain meminta perusahaan besar ikut menyerap produksi peternak, pemerintah juga menginstruksikan seluruh pembeli besar agar membeli sesuai harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp26.500 per kg untuk telur ayam ras, dan daging ayam ras Rp40.000 per kg.

Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Jadi beberapa langkah kita ambil kemarin, kemudian juga kita minta kepada seluruh pembeli (atau) off-taker, yang off-taker-nya membeli dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah," ujarnya.

Di sisi lain, Amran mengungkapkan BGN telah merespons cepat upaya menjaga permintaan telur dari program MBG. Menurut dia, konsumsi telur dalam program tersebut akan ditingkatkan setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung usai libur sekolah.

"Ya langsung. Bu Nanik (Kepala BGN) luar biasa, beliau katakan konsumsi telur satu biji ini akan menjadi tiga biji per minggu," ucap dia.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penyerapan oleh perusahaan besar dapat menjadi penopang sementara bagi pasar telur dan daging ayam selama masa libur sekolah.

Setelah aktivitas sekolah kembali normal, peningkatan konsumsi dalam program MBG diharapkan dapat kembali mendongkrak permintaan, dan memperkuat harga di tingkat peternak.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mendag Ungkap Jurus Topang Stabilkan Harga Pangan, Gandeng SPPG MBG


Most Popular
Features