VIDEO

Video: Nyontek China, Ini Kunci RI Gali Potensi Logam Tanah Jarang

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
21 June 2026 14:00

Jakarta, CNBC Indonesia- Chairman Indonesia Mining Institute, Irwandy Arif mengatakan pentingnya pengelolaan mineral kritis dan strategi RI termasuk logam tanah jarang dan nikel guna memperkuat ekosistem mineral Tanah Air.

Khusus pengelolaan logam tanah jarang, Indonesia bisa berkaca dari China yang merupakan produsen terbesar dengan 50% cadangan dunia serta menguasai rantai pasok dan pengolahan. Begitu pula dengan Australia yang memiliki efisiensi produksi terbaik di luar China begitu pula dengan Amerika Serikat yang menjadi produsen terbesar ke-2 dunia.

Indonesia sendiri memiliki sumber daya yang besar 136,2 juta ton dalam bentuk bijih dan 118 ribu ton dalam bentuk logam namun cadangan yang siap ditambang masih sangat kecil. Oleh karena itu perlu dikembangkan eksplorasi dan hilirisasi dan pembentukan 2 badan khusus yakni Badan Industri Mineral (BIM) dan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) maka Indonesia bisa mengembangkan logam tanah jarang.

Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Chairman Indonesia Mining Institute, Irwandy Arif dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 18/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...