MARKET DATA

Ada BYD-Wuling, 10.000 Kontainer 2 Minggu Tak Diangkut dari Priok

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
16 June 2026 15:15
Sejumlah alat berat mengangkut muatan kontainer produk ekspor-impor di Terminal 3 IPC TPK Tanjung Priok, Senin, (8/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Sejumlah alat berat mengangkut muatan kontainer produk ekspor-impor di Terminal 3 IPC TPK Tanjung Priok, Senin, (8/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 10 ribu kontainer dikabarkan bertumpuk di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengungkapkan penyebab masalah tersebut.

Dia menjelaskan masalah itu bukan karena proses administrasi kepabeanan. Namun penumpukan kontainer karena perusahaan importir membiarkan barangnya tetap berada di pelabuhan dalam waktu lama.

Para perusahaan itu dipastikan juga telah menyelesaikan administrasi di pelabuhan.

"Ketika kontainer-kontainer sudah mengalami pengeluaran, barang masih terjadi penumpukan, karena para pelaku tidak segera melakukan pengeluaran," kata Djaka saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Para perusahaan memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk membuat barang yang diimpor tidak langsung keluar pelabuhan selama tiga hari. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 2 minggu.

"Contoh seperti BYD-Wuling masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan pelabuhan selama 3 hari setelah SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) keluar bahkan lebih dari 2 minggu tidak diangkat keluar, kemarin hampir 10 ribu kontainer yang di pelabuhan," tegasnya.

Untuk menyelesaikannya, Direktorat Kenderal Bea Cukai (DJBC) telah melakukan pemaksaan agar barang tidak dibiarkan tertumpuk dalam waktu lama. Sebab hal ini membuat dwelling time terganggu.

Djaka menjelaskan penyebab perusahaan menyimpan barang-barangnya berada di pelabuhan karena lebih murah, dibandingkan ditempatkan di luar pelabuhan.

Ke depannya, pihak Bea Cukai juga akan mendorong para perusahaan untuk menempatkan barang yang dikirim di luar pelabuhan.

"Karena kesulitan tempat di luar, sehingga mereka dengan mengingat cost lebih murah dari luar mereka memanfaatkan itu. Mungkin kita akan segera mendorong mereka ke lini dua, di tempat luar pelabuhan," tuturnya.

(mij/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap! Ini Biang Kerok 10.000 Kontainer Numpuk di Priok


Most Popular
Features