MARKET DATA
Internasional

5 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Dunia Bisa Bernapas Lega!

Redaksi,  CNBC Indonesia
16 June 2026 06:00
Foto kolase Presiden AS, Donald Trump, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Reuters)
Foto: Foto kolase Presiden AS, Donald Trump, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Reuters)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah negosiasi panjang yang alot, Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya menyepakati persyaratan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur 'sakral' Selat Hormuz. Berita ini membawa angin segar bagi pasar di seluruh dunia.

Kendati demikian, pakta AS-Iran masih menyisakan tanda tanya besar terkait nasib Lebanon yang masih terus digempur Israel. Keduanya juga masih menunda pembicaraan rumit terkait program nuklir Teheran.

Kesepakatan terbaru AS-Iran ini menandai terobosan terbesar menuju penyelesaian perang yang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada Februari lalu, sebelum meningkat menjadi konflik regional yang lebih luas dan telah menewaskan ribuan orang, mengguncang pasar energi, dan memicu kekhawatiran resesi ekonomi global.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social miliknya sekitar pukul 17.30 di Washington pada Minggu (14/6).

Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dijadwalkan akan diteken secara resmi pada Jumat (19/6) mendatang di Swiss.

Para pemimpin di seluruh dunia menyambut pengumuman tersebut pada Senin (15/6), ketika perincian persyaratan mulai bermunculan. Meskipun teksnya belum dipublikasikan secara resmi, pengumuman kesepakatan damai ini jelas bertujuan menghentikan permusuhan yang meluas antara AS-Iran.

Kendati demikian, kesepakatan damai ini menjadi rumit bagi Israel, yang bukan bagian dari negosiasi dan telah melancarkan perang di Lebanon melawan kelompok Hizbullah yang bersekutu dengan Iran.

"Lebanon adalah bagian integral dari kesepakatan untuk mengakhiri perang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dikutip dari Reuters, Selasa (16/6/2026).

Ia menambahkan bahwa teks kesepakatan AS-Iran menyerukan diakhirinya perang di semua lini, serta penghormatan terhadap integritas teritorial Lebanon.

Para pemimpin Kelompok 7 negara kaya, termasuk Trump, dijadwalkan tiba di sebuah resor tepi danau di Prancis pada Senin (15/6) waktu setempat.

Lebih lengkapnya, ini 5 poin penting yang dikatakan AS dan Iran, bersama dengan mediator Pakistan, tentang isi kesepakatan awal yang telah mereka umumkan untuk mengakhiri perang:

Mekanisme Kesepakatan Damai AS-Iran

  • Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen semua operasi militer.
  • Semua pihak mengatakan MoU tentang penyelesaian perang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6). Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan MoU tersebut kemudian akan dipublikasikan.
  • Iran dan AS sama-sama mengatakan Selat Hormuz akan mulai dibuka kembali dan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan mulai dicabut segera setelah MoU ditandatangani.
  • Kedua pihak mengatakan negosiasi tentang area sengketa yang lebih sulit, terutama masalah nuklir Iran dan sanksi AS terhadap Iran, akan dilakukan selama 60 hari berikutnya.

Selat Hormuz dan Blokade Pelabuhan Iran

  • Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali pada Jumat (19/6) dan ia telah memerintahkan pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
  • Seorang pejabat senior Iran mengatakan selat tersebut akan dibuka kembali "untuk semua kapal komersial" setelah MoU ditandatangani.
  • Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa berdasarkan MoU tersebut, lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz akan diatur Iran dalam koordinasi dengan Oman.

Program Nuklir Iran

  • Kedua pihak menyatakan Iran setuju untuk tidak memproduksi atau memperoleh senjata nuklir. Perlu diketahui, janji serupa telah berulang kali dibuat Teheran selama beberapa dekade.
  • Seorang pejabat senior Iran mengatakan Iran akan membekukan aktivitas nuklirnya, menahan diri dari pengayaan uranium lebih lanjut atau perluasan fasilitas nuklir, sembari menuju penandatanganan MoU.
  • Seorang pejabat senior Iran mengatakan AS telah setuju bahwa Iran dapat mengurangi persediaan uranium yang sangat diperkaya di dalam negeri berdasarkan perjanjian komprehensif di masa mendatang.
  • Trump mengatakan pada Sabtu (13/6) bahwa tidak ada urgensi untuk mengekstrak persediaan material nuklir Iran. Ia menegaskan AS akan mengambilnya ketika kondisi sudah tenang.
  • Trump mengatakan akan ada rezim inspeksi yang kuat untuk Iran di bawah kesepakatan apa pun, tetapi dia tidak memberikan perincian spesifik.
  • Senator AS Lindsey Graham mengatakan kesepakatan akhir apa pun tentang program nuklir Iran harus ditinjau dan disetujui Kongres.

Sanksi dan Dampak Keuangan

  • Pejabat senior Iran mengatakan AS setuju untuk tidak memberlakukan sanksi baru apa pun terhadap Iran sampai kesepakatan akhir tercapai.
  • Mereka menambahkan AS akan mencabut sanksi minyak terhadap Iran untuk jangka waktu tertentu. Setelah kesepakatan akhir, semua sanksi AS dan PBB akan dicabut sesuai jadwal yang disepakati.
  • Pejabat senior Iran mengatakan AS setuju untuk melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai US$25 miliar, termasuk melalui transfer tunai langsung, kerja sama antar negara regional, dan jalur kredit keuangan.
  • Washington, berkoordinasi dengan sekutu regionalnya, akan menyiapkan rencana rekonstruksi dan pembangunan untuk Iran, yang akan dinegosiasikan dan disepakati dengan Teheran dalam waktu 60 hari.
  • Trump mengatakan Iran tidak akan diberikan uang tunai, tetapi sanksi berpotensi dicabut.

Nasib Lebanon

  • Sharif mengatakan penghentian segera dan permanen semua operasi militer akan mencakup Lebanon.
  • Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan operasi militer akan berhenti secara permanen pada Senin (15/6) malam waktu setempat, termasuk di Lebanon.
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan harus ada penghentian total serangan Israel terhadap Lebanon dan AS bertanggung jawab untuk menerapkan kesepakatan kerangka kerja tersebut.
  • Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer Israel akan tetap berada di zona keamanan yang telah mereka rebut di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Ia mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menjelaskan hal ini kepada Trump.
  • Sebelum MoU diumumkan, Trump mengatakan akan membawa perdamaian ke kawasan itu, termasuk Lebanon. Ia mengatakan tidak boleh ada lagi serangan Israel terhadap Lebanon dan tidak ada lagi serangan oleh kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran terhadap Israel.
(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 8 Fakta Trump Klaim Deal dengan Iran Tapi Teheran Sebut AS Mundur


Most Popular
Features