MARKET DATA

Anggaran Pendidikan Kena Sorot DPR, Ratusan Triliun Belum Maksimal

chd,  CNBC Indonesia
15 June 2026 16:25
Wakil Ketua Komisi XI Dolfie othniel Frederic Palit. (Tangkapan Layar Youtube  Komisi XI DPR RI Channel)
Foto: Wakil Ketua Komisi XI Dolfie othniel Frederic Palit. (Tangkapan Layar Youtube Komisi XI DPR RI Channel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Komisi XI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Frederic Palit menyoroti realisasi anggaran pendidikan yang dinilai belum optimal.

Dolfie pun mempertanyakan realisasi anggaran (mandatory spending) pendidikan kepada Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto.

"Saya mau mempertanyakan realisasi anggaran pendidikan, ini datanya tidak pernah tercapai. Menurut saya ini PR yang harus diselesaikan oleh Pak Darto (Dirjen Anggaran)," kata Dolfie dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama enam Dirjen Kemenkeu, Senin (15/6/2026).

Dolfie melanjutkan, sejak 2021, realisasi anggaran pendidikan tidak pernah tercapai dari target. Pada 2021 misalnya, realisasi hanya mencapai Rp479,6 triliun atau hanya 87,2% dari target yang ditetapkan sebesar Rp550,01 triliun.

Begitu juga di 2025 yang hanya tercapai Rp656,62 triliun atau 90,66% dari Rp724,26 triliun.

"Dari 2021 sampai 2025, berapa anggaran pendidikan yang tidak direalisasikan. Ini kalau digunakan Pak, bisa berapa sekolah yang dibangun, berapa mahasiswa yang bisa mendapat beasiswa," lanjut Dolfie.

Hal ini, menurutnya, telah melanggar hak konsistusional karena porsi anggaran pendidikan tidak pernah mencapai 20% dari APBN dan realisasinya pun tidak pernah mencapai 100% dari 2021 hingga 2025.

"Coba Bapak lihat, ini yang menyebabkan anggaran pendidikan tidak pernah tercapai 20%. Hak konstitusional rakyat dirampas, kemana sisa anggaran? Apa disembunyikan atau bagaimana, mohon ini diperhatikan lagi Pak," tegasnya.

Dalam data paparan dari Dirjen Anggaran, mandatory spending bidang pendidikan sejak 2021 hingga 2025, masih menyisakan cukup banyak anggaran yang tidak terealisasi.

Di 2022, masih terdapat Rp70,41 triliun yang belum dibelanjakan. Sedangkan di 2022, angkanya mengalami kenaikan yakni mencapai Rp141,12 triliun yang belum dibelanjakan.

Di 2023, angkanya mencapai Rp110,86 triliun yang belum dibelanjakan. Sedangkan di 2024 mencapai Rp99,61 triliun dan di 2025, anggaran pendidikan yang belum dibelanjakan mencapai Rp67,64 triliun.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menhub Dipanggil DPR, Langsung Lapor Realisasi Anggaran Tembus Rp9 T


Most Popular
Features