MARKET DATA

Prabowo Beberkan Hasil Pembicaraan dengan Presiden Jerman, Simak!

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
15 June 2026 13:43
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman sepakat meningkatkan hubungan kerja sama bilateral antara kedua negara. Kesepakatan itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).



"Pertama-tama saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Presiden Frank-Walter Steinmeier atas kunjungannya kembali ke Indonesia. Ini kehormatan besar bagi kami. Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik," ujar Prabowo.

Menurut kepala negara, kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas. Kunjungan ini, lanjut Prabowo, juga mengawali peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman pada tahun 2027 yang akan datang.

Eks Menteri Pertahanan itu mengungkapkan, pertemuan hari ini membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Kedua negara sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa. Prabowo berharap perjanjian Indonesia-European Union CEPA bisa mencapai kesimpulan substansif.

"Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," kata Prabowo.

Kerja sama Indonesia dengan Jerman, lanjut Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu, juga dilakukan melalui program CITA (Competitiveness, Industrial Modernization and Trade Acceleration). Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia.

"Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik serta pengembangan industri semikonduktor," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, kepala negara mengatakan, Indonesia juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan logam tanah jarang dalam pengembangan infrastruktur Indonesia. Selain itu, Prabowo menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk program UMKM.

"Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini," kata Prabowo.

Di bidang tenaga kerja kesehatan, Prabowo sangat mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi.

"Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan dan kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global," ujar Prabowo.

"Saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa. Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting," lanjutnya.


(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman, Siap Bahas Energi-Budaya


Most Popular
Features