MARKET DATA

Bank Dunia Ungkap Kunci Utama Ekonomi RI Kuat: Reformasi Produktivitas

chd,  CNBC Indonesia
15 June 2026 13:35
Logo Bank Dunia. (Photo by Andrew CABALLERO-REYNOLDS / AFP/File Foto)
Foto: Logo Bank Dunia. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia atau World Bank menegaskan perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar, dengan kuatnya permintaan domestik yang membantu laju pertumbuhan tetap terjaga.

Pertumbuhan pada kuartal pertama didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi dalam negeri, dan belanja pemerintah. Pengelolaan fiskal tetap dilakukan secara berhati-hati, dengan defisit diperkirakan akan tetap berada dalam batas maksimal 3% dari PDB, sementara penerimaan pemerintah terus menguat berkat aktivitas ekonomi domestik.

Reformasi untuk menjaga kekuatan sektor fiskal dan meningkatkan produktivitas merupakan kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik, serta memastikan pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Laporan Kelompok Bank Dunia Indonesia Economic Prospects, Managing Risks, Unlocking Productivity, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,0% di tahun 2026, di saat terjadi tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor, sebelum kembali pulih ke tingkat 5,2% pada tahun 2027-2028.

"Perekonomian Indonesia tetap kuat saat menghadapi ketidakpastian global yang meningkat. Berlanjutnya koordinasi kebijakan, kredibilitas fiskal dan berbagai reformasi yang meningkatkan produktifitas menjadi penting untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan jangka menengah," kata Carolyn Turk, Direktur Divisi Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Laporan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga ketahanan fiskal. Memperkuat mobilisasi pendapatan, meningkatkan kualitas belanja, serta meningkatkan ketepatan sasaran bantuan pemerintah akan membantu menjaga ruang fiskal bagi investasi prioritas dan perlindungan sosial.

Secara khusus, laporan ini mencatat bahwa upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan efisiensi belanja yang terkait energi dapat membantu meningkatkan efektivitas belanja publik sekaligus mempertahankan dukungan bagi rumah tangga rentan dan kelompok mata pencaharian yang terdampak.

Selain itu, laporan ini menyoroti peran penting kemajuan yang terus dicapai dalam hal reformasi struktural, seperti meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kualitas pekerjaan untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Bagian penting dari agenda ini adalah reformasi peraturan di bidang fasilitasi perdagangan dan logistik, di mana berbagai prosedur yang lebih efisien, biaya yang lebih rendah, serta kebijakan yang terkoordinasi dapat memperkuat daya saing dan memperdalam integrasi ke dalam rantai nilai global.

"Untuk memastikan bahwa pertumbuhan Indonesia terus berdampak pada peningkatan taraf hidup, upaya untuk meningkatkan permintaan dari pihak bisnis akan pekerjaan dengan keterampilan dan gaji yang lebih tinggi menjadi sangat penting." Kata David Knight, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Redam Gejolak, Begini Strategi Pemerintah Jaga APBN Tetap Sehat


Most Popular
Features