MARKET DATA
Internasional

Jalur Damai Makin Terbuka, AS-Iran Bakal Bertemu di Swiss Pekan Ini

tfa,  CNBC Indonesia
15 June 2026 06:15
Kolase bendera AS dan Iran. (Dok. Pexels)
Foto: Kolase bendera AS dan Iran. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan tengah mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi di Swiss pada pekan ini. Pertemuan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang berlangsung, membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, serta mencari titik temu terkait program nuklir Teheran.

Mengutip laporan media Prancis BFMTV yang mengacu pada sejumlah sumber yang dekat dengan proses negosiasi, pertemuan itu kemungkinan digelar pada Kamis atau Jumat mendatang setelah berakhirnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.

Pembicaraan diperkirakan berlangsung di wilayah berbahasa Jerman di Swiss, meski hingga kini Washington maupun Teheran belum memberikan konfirmasi resmi.

Rencana pertemuan tersebut muncul di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara kedua negara. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya mengatakan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan AS belum akan ditandatangani dalam waktu dekat, namun berpotensi rampung dalam beberapa hari ke depan.

"Dokumen tersebut tidak akan ditandatangani pada hari Minggu, tetapi dapat diselesaikan dalam beberapa hari mendatang," kata Baghaei, seraya menegaskan bahwa jalur diplomatik antara kedua pihak masih tetap terbuka.

Meski demikian, hasil konkret dari kemungkinan pertemuan di Swiss itu masih belum pasti. Belum diketahui apakah kedua negara akan mencapai kesepakatan resmi atau sekadar melakukan kontak langsung untuk melanjutkan proses negosiasi yang sudah berjalan dalam beberapa waktu terakhir.

Sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut persiapan untuk pertemuan langsung antara pejabat senior AS dan Iran terus dilakukan. Namun sejumlah pertanyaan masih mengemuka, termasuk mengenai waktu final pelaksanaan pembicaraan dan peluang tercapainya kemajuan signifikan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan memanfaatkan momentum KTT G7 untuk menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin dunia. Menurut pejabat AS, Trump akan bertemu secara terpisah dengan para pemimpin Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Prancis, dan India di sela-sela forum tersebut.

Pemerintahan Trump disebut optimistis bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai. Sejumlah pejabat AS meyakini negara-negara anggota G7 memiliki berbagai instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung implementasi kesepakatan apabila tercapai dalam waktu dekat.

Sementara itu, KTT G7 yang mempertemukan para pemimpin negara-negara ekonomi maju akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan internasional, ketahanan rantai pasok mineral kritis, kecerdasan buatan (AI), hingga perkembangan perang Rusia-Ukraina.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 3 Bulan Perang AS-Iran, Trump Resmi Kalah?


Most Popular
Features