Iran dan AS Diklaim Sepakat Hentikan Perang!
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dan Iran dikatakan sudah mencapai kesepakatan secara lisan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebutkan namanya.
Mengutip Reuters, seorang pejabat senior pemerintahan AS itu mengatakan kedua negara telah menyepakati rancangan teks perjanjian dan Washington berharap kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
"Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," kata pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari Reuters, dikutip Minggu (14/6/2026).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga mengonfirmasi kemajuan perundingan tersebut. Meski masih ada kemungkinan perubahan dalam isi kesepakatan, ia menilai hasil sementara menunjukkan Iran keluar sebagai pihak yang lebih kuat dari konflik.
"Iran adalah pemenang perang dengan AS," kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Di tengah kemajuan diplomatik itu, ketegangan militer masih terjadi. Reuters melaporkan pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri Iran yang terbang menuju Selat Hormuz karena dinilai mengancam lalu lintas pelayaran komersial. Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian memastikan jalur pelayaran di kawasan tersebut tetap terbuka.
Berdasarkan rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan AS menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang menjadi alasan utama Washington melancarkan operasi militer sebelumnya.
Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan menempatkan proses negosiasi pada posisi yang sangat baik.
"Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik," ujarnya.
Berdasarkan rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan AS menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang menjadi alasan utama Washington melancarkan operasi militer sebelumnya.
Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan menempatkan proses negosiasi pada posisi yang sangat baik.
"Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik," ujarnya.
Perkembangan menuju kesepakatan itu disambut positif pasar global. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 3 persen ke level terendah dalam hampir dua bulan terakhir, sementara bursa saham dunia menguat seiring meningkatnya harapan berakhirnya konflik di kawasan Teluk.
Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. Israel juga menyatakan tetap mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]