MARKET DATA

Minyakita Langka, Ini Langkah Mendag Jaga Pasokan di Pasar

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
12 June 2026 15:25
Video: Bulog Jamin Stok dan Harga Minyakita Aman Jelang Lebaran
Foto: cnbc indonesia

Bogor, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan Minyakita di pasar rakyat.

Salah satunya dengan memperkuat distribusi melalui BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, serta meminta produsen memperbanyak produksi minyak goreng merek pendamping atau second brand. Yaitu, minyak goreng dalam kemasan bermerek dengan harga terjangkau seperti Minyakita. Artinya, bukan minyak goreng dalam kemasan bermerek premium.

Langkah tersebut dilakukan di tengah laporan sulitnya masyarakat mendapatkan Minyakita di sejumlah pasar tradisional.

"Apa yang kita lakukan? Justru kita ingin memperbanyak distribusi Minyakita itu ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan, ada Bulog, ada ID Food," kata Budi saat ditemui di Kampus IPB, Bogor, Jumat (12/6/2026).

Budi menuturkan, pemerintah juga akan mengalihkan kebutuhan minyak goreng untuk program bantuan pangan agar tidak lagi menggunakan Minyakita. Dengan begitu, pasokan Minyakita bisa lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pasar.

"Jadi, kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, maka bantuan pangan untuk minyak tidak pakai Minyakita (lagi), tapi pakai minyak merek lain ya, bisa. Minyak goreng merek lain, nanti tinggal kami koordinasikan dengan produsen," ujarnya.

Selain itu, Kemendag meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng second brand yang selama ini menjadi produk pendamping Minyakita di pasaran.

"Kemudian kita juga minta kepada produsen untuk memproduksi yang lebih banyak minyak second brand. Minyak second brand adalah minyak pendampingnya Minyakita. Dan sekarang sebenarnya sudah banyak di pasar rakyat ya," tutur Budi.

Ia mengatakan, minyak goreng second brand kini sudah semakin mudah ditemukan masyarakat di pasar rakyat sehingga dapat menjadi alternatif selain Minyakita.

"Jadi, (masyarakat) tidak hanya (beli) Minyakita, tetapi minyak goreng second brand juga sudah banyak. Jadi, sudah mudah untuk didapatkan," ujarnya.

Langkah antisipasi itu dilakukan setelah muncul laporan kelangkaan Minyakita di sejumlah pasar. Sebelumnya, stok Minyakita dilaporkan menghilang di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia pada Mei lalu, pedagang di Pasar Senen tidak lagi menjual Minyakita. Di lapak pedagang hanya tersedia sejumlah merek minyak goreng premium dan minyak goreng curah.

Tunda Kenaikan HET Minyakita

Di samping berupaya menjaga pasokan di pasar rakyat, Budi juga memastikan pemerintah belum akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. Harga minyak goreng rakyat itu masih tetap dibanderol Rp15.700 per liter.

"Mengenai minyak goreng, Minyakita.. Jadi, saya sampaikan ke teman-teman bahwa sampai saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng Minyakita. Jadi, HET Minyakita masih Rp15.700 (per liter)," kata Budi.

Saat ditanya apakah rencana kenaikan HET MinyaKita batal dilakukan, Budi menegaskan hingga kini belum ada keputusan untuk menaikkan harga.

"Tidak naik ya (HET Minyakita), masih Rp15.700 (per liter), ya kan dulu syaratnya (untuk bisa naik) kan kalau harga (CPO) stabil (atau tidak berfluktuasi lagi), sehingga kondisinya sudah memungkinkan untuk naik," tegasnya.

Menurut dia, syarat kenaikan HET adalah adanya stabilitas harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Namun hingga saat ini, pemerintah memutuskan untuk masih mempertahankan HET yang berlaku.

"Tapi sampai sekarang, sampai saat ini tidak naik. (HET Minyakita) jadi masih Rp15.700 (per liter)," ucap dia.

Ketika kembali ditanya apakah kenaikan HET hanya ditunda, Budi tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya menegaskan, sampai saat ini pemerintah belum berencana menaikkan harga.

"Kan ada syarat-syaratnya. Jadi sampai saat ini tidak ada kenaikan. Prinsipnya sampai saat ini HET belum naik. Kemarin kan ada syaratnya (untuk HET Minyakita bisa dinaikkan)," pungkasnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kampus IPB, Bogor, Jumat (12/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kampus IPB, Bogor, Jumat (12/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kampus IPB, Bogor, Jumat (12/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bantuan Pangan Sedot Minyakita, Zulhas Ungkap Rencana Baru Pemerintah


Most Popular
Features