MARKET DATA

Harga BBM Pertamax Cs Naik, Bahlil & Dirut Pertamina Buka Suara

Emir Yanwardhana, Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
12 June 2026 08:10
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara perihal naiknya harga produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax RON 92 dan juga Pertamax Green 95. Intinya, kenaikan harga harga Pertamax Cs ini sudah sesuai dengan perhitungan harga pasar yang ada saat ini.

Yang jelas, pemerintah tidak menaikkan harga BBM jenis subsidi seperti Pertalite dan juga biosolar atau solar subsidi. "Pertama saya sampaikan harga BBM bersubsidi maupun LPG tidak ada perubahan sama sekali," kata Bahlil, dikutip Jumat (12/6/2026).

"Sementara harga yg non subsidi itu menyesuaikan harga pasar yg ada barang tentu perhitungannya dilakukan secara bijak oleh pelaku usaha baik Pertamina maupun badan usaha yang lain," tambahnya.

Namun pemerintah saat ini tengah menggodok beberapa hal untuk tetap menjaga daya beli masyarakat. Meskipun dipastikan belum ada insentif yang diberikan imbas dampak kenaikan harga BBM non subsidi ini.

"Pemerintah menggodok hal hal untuk menjaga daya beli masyarakat. Makanya dalam rangka menjaga daya beli, BBM dan LPG subsidi tidak kita naikkan," imbuhnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan setiap penyesuaian harga bahan bakar selalu menjadi perhatian masyarakat. Namun demikian, dia memastikan penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Dia juga menuturkan penyesuaian harga BBM non subsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU Badan Usaha Swasta lainnya.

"Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," paparnya, dalam video resmi perusahaan yang diunggah di Instagram @pertamina hari ini, dikutip Jumat (12/6/2026).

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, berlaku mulai 10 Juni 2026:

Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.

Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.

Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, tetap.

Dexlite Rp 23.000 per liter, tetap.

Pertamina DEX Rp 24.800 liter, tetap.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga BBM RON 92 di Tetangga RI Sudah Tembus Rp21.000/Liter


Most Popular
Features