Pemerintah Targetkan Bedah 400 Ribu Rumah, Anggaran Tembus Rp 8,3 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) optimistis program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan mencapai target. Dalam hal ini, terdapat 400 ribu unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang diperkirakan selesai dibedah pada Oktober 2026.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur menuturkan, proses verifikasi calon penerima bantuan kini sudah mencapai sekitar 300 ribu unit dari target 400 ribu unit. Dia berharap, pada bulan Juni 2026 instruksi verifikasi 400 ribu unit bisa dituntaskan, mengingat verifikasi itu diasumsikan sekitar dua bulan dan pelaksanaan tiga bulan.
"Tapi, saya masih optimis kita bisa kejar ini. Karena prosesnya semuanya verifikasi," jelas Fitrah dalam acara Media Briefing Program BSPS Tahun 2026, Kamis (11/6/2026).
Dirinya bilang, dana untuk program bedah rumah tersebut disiapkan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) mencapai Rp 8,3 triliun pada tahun 2026 dan ditargetkan mampu merenovasi 400 ribu unit rumah tidak layak sepanjang tahun ini.
Pekerja mengerjakan bangunan proyek bedah rumah di Kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Rabu (7/4). Sebanyak 40 rumah langganan banjir di RT 13 RW 04, Kebon Pala, Kampung Melayu, akan direnovasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Untuk saat ini pengerjaan 18 rumah terlebih dahulu dan ditargetkan selesai setelah ramadhan. Renovasi rumah itu akan dibuat model panggung. Selain itu, warga yang rumahnya sedang dalam tahap renovasi dipindahkan oleh pemerintah ke beberapa rumah kontrakan dan kos-kosan. Sementara itu, Ita merasa terbantu atas bantuan yang diberikan pemerintah. Nana 50 Th salah satu warga Rt 013 RW 04 yang rumahnya direnovasi mengaku bersyukur. "Saya sangat berterimakasih karena rumah ini tadinya suda tiddak layak huni, karena sering kebanjiran setiap tahun dan bahan rumahpun sudah keropos, saya takutkan rubuh" kata nana saat diwawancarai CNBC Indonesia. Kegiatan renovasi ini sudah dimulai pada 31 Maret lalu. Rencananya rumah-rumah ini dibangun 3 lantai untuk mengantisipasi banjir. Proyek ini merupakan pembiayaan seluruhnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dikutip dari Detikcom, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menerangkan ada 40 rumah di RT 13 RW 04, Kampung Melayu, yang akan direnovasi berkonsep kampung vertikal. Nantinya, tiap rumah memiliki 3 lantai, dan bisa dimanfaatkan untuk tempat usaha. Seperti diketahui, sebanyak 40 rumah di RT 13 RW 04, Kampung Melayu, yang akan direnovasi berkonsep rumah panggung. Namun, rencana ini menuai kritikan dari anggota DPRD DKI Jakarta. Salah satunya, kritik datang dari Fraksi PDIP DKI Jakarta. Dia menilai pembangunan rumah yang berkonsep vertikal itu tidak akan menyelesaikan masalah banjir.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pembongkaran rumah di Kebon Pala untuk dijadikan rumah panggung. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) |
Hingga 10 Juni 2026, realisasi anggaran bedah rumah tercatat sebesar Rp 1,15 triliun atau 13,5% dari total pagu anggaran. Angka ini akan terhitung setelah uang masuk kepada rekening penerima bantuan.
"Sedangkan proses untuk pelaksanaan pembangunannya kalau pengiriman tahap 1 sudah itu 30%. Kemudian, pengiriman tahap 2 sudah berarti itu 60%, sampai proses selesai 100%. Jadi gak ngitung seperti proyek biasa gitu," terang dia.
Bila dirinci, nilai bantuan reguler diberikan sebanyak Rp 20 juta per unit untuk wilayah luar Papua dan Maluku. Utara. Angka ini terdiri dari Rp 17,5 juta untuk membeli material bangunan, dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.
Sementara itu, untuk wilayah seperti Papua dan Maluku Utara anggaran reguler yang diberikan sebanyak Rp 25 juta per unit. Kemudian, untuk wilayah Papua dan Maluku Utara lainnya seperti pulau-pulau kecil, daerah terpencil maupun pegunungan nilai bantuan diberikan senilai Rp 40 juta per unit.
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
