MARKET DATA

Harga Pertamax Naik, Bos Motor Listrik Beri Respons Tak Terduga

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
11 June 2026 11:35
Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Showroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Calon pembeli melihat motor listrik yang dijual di Showroom Bintaro EV, Tangerang Selatan, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 menjadi perhatian berbagai pihak. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menilai kenaikan harga BBM berpotensi membuat masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif ke kendaraan listrik.

Menurutnya, pemerintah juga menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga keberlanjutan anggaran subsidi energi. Karena itu, perubahan harga BBM dinilai menjadi salah satu indikator bahwa pola konsumsi energi masyarakat perlahan harus bertransformasi.

"Ya, itu sebagai momentum dan juga sebagai sinyal kepada masyarakat bahwa semakin lama pemerintah juga semakin berat nih untuk subsidi kan? Ataupun potensi katakan efisiensi dari BBM ini semakin dipertimbangkan oleh pemerintah," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/6/2026).

Diskusi mengenai dampak kenaikan BBM terhadap adopsi kendaraan listrik juga disebut telah menjadi pembahasan antara pelaku industri. Sejumlah strategi promosi hingga edukasi masyarakat disebut tengah disiapkan agar transisi menuju kendaraan listrik berjalan lebih cepat.

Karyawan di depan motor listrik Adora di Shoowrom Indomobil E-Motor, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Karyawan di depan motor listrik Adora di Shoowrom Indomobil E-Motor, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Karyawan di depan motor listrik Adora di Shoowrom Indomobil E-Motor, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Ya saya kira mudah-mudahan masyarakat semakin melek ya sebetulnya, bahwa kelangkaan BBM, kemudian harga BBM semakin tinggi, artinya mulai berpikir bahwa ya inilah saatnya kita harus mulai mencari kendaraan yang lebih efisien, ya kembali ke motor listrik tadi," ujarnya.

Di sisi lain, industri kendaraan listrik saat ini masih menunggu kepastian sejumlah kebijakan pemerintah yang sebelumnya direncanakan untuk mendorong pembelian kendaraan listrik oleh masyarakat. Kepastian insentif akan menjadi faktor penting yang menentukan kecepatan pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional dalam beberapa bulan ke depan.

"Jadi artinya ya sekarang tinggal kita buat strategi seperti apa, apa mungkin marketing-nya kita harus masif bersama-sama atau kemudian ya yang satu sisi lagi dipersulit, ya kita mungkin barangkali kita cari kesempatan untuk bisa menyuarakan kepada masyarakat nih 'kalau kamu keberatan di sini, saya ada yang lebih efisien, ya motor listrik'," kata Budi.

Ia menambahkan, kombinasi antara kenaikan harga BBM dan dukungan kebijakan pemerintah berpotensi menjadi pendorong kuat bagi percepatan penggunaan motor listrik di Indonesia.

"Kalau nanti kemudian ada kepastian menyangkut masalah bantuan pembelian, ya saya pikir tadinya saya cuma menargetkan 100.000, kalau misalnya bantuan pembelian kemudian BBM naik, ya saya berani targetnya lebih tinggi dari itu," pungkasnya.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Pertamax Naik, Purbaya: Minim Dampak ke Inflasi


Most Popular
Features