Video: Gubernur Malut Ungkap Peran Hilirisasi Nikel Dongkrak Ekonomi
Jakarta, CNBC Indonesia- Provinsi Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sepanjang Kuartal I-2026 di angka 19,64% (yoy) ditopang sektor produksi yakni lapangan usaha pengadaan industri pengolahan yang tumbuh 37,09%.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mengatakan industri hilirisasi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Maluku Utara khususnya sektor nikel. Saat ini posisi Maluku Utara sebagai bagian dari pengembangan industri energi baru dan terbarukan (EBT) yang strategis masih dalam tahap awal sehingga hilirisasi nikel masih sangat besar dapat tumbuh besar.
Hilirisasi nikel mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Maluku Utara yang menyerap 100 ribu tenaga kerja yang turut menggerakkan sektor properti/rumah tinggal hingga UMKM makanan dan minuman. Ke Depan Pemprov Maluku Utara menargetkan kapasitas dan kapabilitas SDM lokal untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan talenta hilirisasi mineral.
Pemprov Maluku Utara juga berfokus dalam mendorong peningkatan kualitas dan fasilitas pelayanan Kesehatan. Saat ini tengah dibangun sejumlah Rumah Sakit Tipe-C sehingga 10 Kabupaten/Kota telah memiliki RS Tipe C dengan fasilitas yang lengkap, meski persoalan pemenuhan kuota dokter masih jadi tantangan.
Di sisi lain, Maluku Utara memiliki PR untuk memperkuat koneksi jalan dan jembatan dengan target 550 Kilometer jalan provinsi sebelum 2030 meski 1.900 Kilometer total jalan kabupaten juga menanti untuk diselesaikan
Seperti apa Langkah Maluku Utara mendorong perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Selengkapnya simak dialog Mercy Widjaja dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 11/05/2026)
Add
source on Google