Harga Minyak Memanas, Siaga Perang AS-Iran Jilid II
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak melonjak pada Kamis (11/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer baru terhadap Iran. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perang Iran dapat berlarut-larut, mengganggu pasokan energi untuk waktu yang lebih lama.
Kontrak minyak mentah AS, West Texas Intermediate, untuk pengiriman Juli naik 2,94% menjadi US$92,68 per barel. Kontrak Brent, patokan internasional, untuk pengiriman Agustus naik 2,52% menjadi US$95,45 per barel.
Dalam sebuah unggahan di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika telah mulai melancarkan "serangan pertahanan diri tambahan", Rabu malam waktu AS atau Kamis dini hari waktu Iran. Militer mengatakan operasi tersebut dilakukan "sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan".
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah melakukan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal AS yang beroperasi di Selat Hormuz. Iran mengatakan saat ini menutup total Selat Hormuz.
Serangan terbaru ini menyusul komentar Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari itu yang memperingatkan bahwa Washington akan mengintensifkan respons militernya terhadap Iran. Ini sebagai "dorongan" agar Iran mau sepakat di negosiasi.
Meskipun terjadi peningkatan baru dalam konflik AS-Iran, Rystad Energy mengatakan pada hari Kamis bahwa pasar minyak berada dalam posisi yang lebih baik untuk menyerap gangguan daripada krisis sebelumnya. Ada beberapa alasan mulai dari ekspor minyak mentah AS yang mencapai rekor, permintaan China yang lebih lemah, dan rute ekspor alternatif yang mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
Namun, wakil presiden senior perusahaan konsultan tersebut, Jorge Leon, memperingatkan bahwa peluang terobosan diplomatik dalam waktu dekat telah berkurang, membuat harga minyak rentan terhadap fluktuasi tajam. Kini investor menilai apakah permusuhan terbaru akan tetap terkendali atau berkembang menjadi konflik yang lebih berkepanjangan, seperti perang AS-Iran jilid II.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]