Arab Saudi Punya Maskapai Baru, Ini Namanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi meluncurkan maskapai penerbangan nasional keduanya, Riyadh Air, Rabu (10/6/2026). Peluncuran sebelumnya sempat tertunda lebih dari setahun.
Dilaporkan bagaimana sebuah Boeing 787 Dreamliner tujuan London dengan warna putih dan lavender, bermerek Riyadh Air, lepas landas pada pukul 02:30 waktu setempat. Arab Saudi mencoba menentang gejolak ekonomi yang dipicu oleh perang Timur Tengah, guna mengurangi ketergantungan ekonominya pada minyak.
Riyadh Air sendiri akan berbasis di Jeddah. Maskapai BUMN ke-2 Saudi itu dimaksudkan untuk membantu mengubah ibu kota kerajaan menjadi pusat global untuk menyaingi Dubai, kota tersibuk di dunia bagi penumpang internasional.
"Kami ingin menghadirkan kemewahan, kami ingin menghadirkan kehalusan, kami ingin menghadirkan kembali keanggunan," kata CEO Riyadh Air kepada AFP.
Riyadh Air, maskapai baru Arab Saudi. (Linkedin/Riyadh Air)Â |
Sebelumnya, peluncuran tersebut direncanakan pada tahun 2025. Namun hal ini terhambat oleh penundaan pengiriman dari Boeing, yang mengalami serangkaian masalah manufaktur dan keselamatan dalam beberapa tahun terakhir.
Belum lagi eskalasi konflik di Timur Tengah. Perang AS-Israel ke Iran menyebabkan Teheran mengamuk dan menembakkan ribuan drone dan rudal ke sasaran-sasaran negara Teluk termasuk bandara, yang dianggap memiliki kepentingan Amerika.
"Saya pikir Riyadh, karena letak geografisnya, pada saat ini, tidak terlalu terpengaruh" oleh serangan tersebut, katanya.
"Anda mengalami cobaan dan kesengsaraan, Anda memenangkan beberapa, Anda kehilangan beberapa, Anda membuat kemajuan, terkadang Anda mengalami kemunduran, namun Anda telah berhasil, dan hari ini kami telah berhasil," tambah sang CEO.
Arab Saudi sendiri sedang membangun bandara besar baru di Riyadh dengan rencana kapasitas 120 juta penumpang per tahun pada tahun 2030, dibandingkan dengan 53 juta penumpang di Bandara Internasional Raja Khalid yang sudah ada. Riyadh Air dimiliki oleh Dana Investasi Publik senilai US$900 miliar, yang merupakan sarana utama reformasi ekonomi Visi 2030 yang ambisius dari penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Dalam pernyataan niatnya, maskapai ini memesan 132 Boeing 787 Dreamliner. Juni lalu menandatangani 25 Airbus A350-1000, dengan opsi 50 unit lagi.
"Ambisi kami adalah untuk dapat terhubung ke lebih dari 100 kota internasional dalam lima tahun ke depan," kata Douglas.
Riyadh Air, maskapai baru Arab Saudi. (Linkedin/Riyadh Air)Â |
source on Google [Gambas:Video CNBC]

