MARKET DATA
INTERNASIONAL

Jutaan Ulat Bulu 'Serang' Jantung Raksasa Eropa, Warga Mulai Frustasi!

tps,  CNBC Indonesia
09 June 2026 05:30
Ilustrasi ulat bulu. (Dok. Pixabay)
Foto: Ilustrasi ulat bulu. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah ulat bulu berbahaya sedang meluas di seluruh wilayah Ibu Kota Jerman, Berlin. Serangan hama ini memaksa penutupan sejumlah fasilitas umum dan memicu peringatan kesehatan di taman kota hingga area pemukiman warga.

Mengutip Rusia Today, jenis ulat yang menyerang tersebut adalah ulat prosesi ek. Ulat ini merupakan hama pemakan pohon yang dipenuhi bulu menyengat yang sangat beracun.

Pihak berwenang dan pengelola taman telah mengeluarkan peringatan di seluruh Berlin dan Potsdam pada Senin, (08/06/2026). Mereka menutup area yang terinfeksi secara ketat. Fasilitas olahraga hingga jalur pejalan kaki juga ditutup untuk sementara waktu.

"Wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Charlottenburg-Wilmersdorf dan Treptow-Köpenick. Distrik Steglitz-Zehlendorf dan Spandau juga mengalami kondisi serupa. Wilayah-wilayah tersebut memiliki banyak jalanan dan taman yang dipenuhi pohon ek," ujar laporan itu.

Mengutip harian B.Z., ulat beracun ini juga telah menyebar ke seluruh kawasan perumahan Jungfernheide. Kawasan perumahan tersebut dihuni oleh lebih dari 11.000 warga. Ulat ini merayap dan menempel di dinding bangunan serta mobil milik warga. Hama ini juga menginfeksi kusen pintu hingga pagar pembatas dan tiang lampu.

Secara ilmiah hama ini dikenal sebagai Thaumetopoea processionea. Ulat dari spesies ngengat ini biasanya muncul antara bulan Mei sampai Juli.

Ngengat dewasa dari spesies ini sebenarnya sama sekali tidak berbahaya. Namun ulatnya memiliki ratusan ribu bulu beracun berukuran mikroskopis. Bulu beracun tersebut dapat terbang terbawa angin sampai sejauh 200 meter.

Bulu ini bisa menyebabkan ruam kulit dan iritasi mata yang parah. Efek lainnya adalah gangguan pada saluran pernapasan manusia. Pada kasus yang parah paparan bulu ulat ini bisa memicu reaksi alergi yang fatal. Korban bahkan bisa mengalami syok anafilaksis.

Serangan hama ini sebenarnya sudah meluas di Berlin selama bertahun-tahun. Namun para pejabat setempat menyatakan beberapa distrik mengalami lonjakan jumlah pohon yang terserang pada musim panas ini.

Para politisi lokal mengkritik koordinasi antar instansi pemerintah yang dinilai sangat buruk. Lembaga kesehatan setempat memiliki kewenangan yang sangat terbatas untuk melakukan intervensi. Hal ini terjadi karena ulat tersebut diklasifikasikan sebagai zat pemicu alergi. Hama ini belum masuk dalam kategori hama kesehatan masyarakat. Di sisi lain aturan perlindungan tanaman membatasi penggunaan biosida tertentu untuk membasmi ulat.

Para kritikus mendesak adanya tindakan nyata yang terkoordinasi dari otoritas distrik dan Senat Berlin serta perusahaan perumahan. Langkah yang diminta meliputi perawatan pohon ek yang lebih awal. Mereka juga menuntut pembersihan sarang ulat secara lebih agresif.

Warga yang merasa frustrasi akhirnya meluncurkan sebuah petisi online. Petisi tersebut menuntut rencana perlindungan yang mengikat untuk wilayah Jungfernheide. Gerakan ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 4.500 tanda tangan warga.

Pada tahun lalu Departemen Senat Berlin untuk Lingkungan mencatat ada 5.032 pohon ek yang terinfeksi ulat. Ribuan pohon tersebut tersebar di 881 lokasi di seluruh penjuru kota.

Para ahli memprediksi bahwa wabah ini akan menjadi jauh lebih buruk. Cuaca yang hangat dan kering sangat mendukung penyebaran ulat tersebut. Badan prakiraan cuaca memperkirakan kondisi musim panas kali ini akan menjadi lebih panas dan lebih kering daripada rata-rata di Jerman dan Eropa Tengah.

Hama berbahaya ini ternyata tidak hanya melanda wilayah Jerman saja. Ulat prosesi ek ini telah menetap di sebagian besar wilayah Eropa lainnya. Hama ini telah tercatat menyebar mulai dari Belanda dan Prancis hingga Denmark dan kawasan Laut Tengah.

Spesies ini secara tidak sengaja masuk ke wilayah Inggris pada tahun 2006 yang lalu. Saat ini hama tersebut telah menetap di wilayah London Raya dan sebagian Inggris bagian tenggara. Kondisi ini memicu peringatan resmi dari pemerintah Inggris pada hari Sabtu. Pemerintah mengimbau masyarakat dengan sangat mendesak agar tidak menyentuh serangga tersebut atau sarangnya.

(tps/tps) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video:Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Menteri LH Serukan Tobat Ekologis


Most Popular
Features