MARKET DATA

Miris! Hanya 8 Provinsi di RI yang Tak Gantungkan Nasib ke Pusat

haa,  CNBC Indonesia
08 June 2026 14:15
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menyampaikan paparan dalam LIVE: Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendag RI)
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menyampaikan paparan dalam LIVE: Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendag RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan hanya 20 provinsi atau 53% provinsi yang memiliki kondisi fiskal yang kuat. Kondisi fiskal kuat ini ditandai dengan minimnya ketergantungan pemerintahannya terhadap dana transfer ke daerah (TKD) karena pendapatan asli daerahnya (PAD) cukup besar.

Adapun, sebanyak 8 provinsi atau 21% memiliki kekuatan fiskal sedang dan 10 provinsi atau 26% tercatat fiskalnya masih lemah.

"(Fiskal lemah) Artinya sangat tergantung pada TKD. Itu masih mending dari tingkat provinsi, 38 provinsi dan 8 provinsi (fiskalnya) kuat dan sedang," kata Tito dalam rapat kerja Komisi II, Senin (8/6/2026).

Menurut Tito, kondisi yang lebih berat tampak di tingkat kabupaten. Hanya ada 8 kabupaten dengan fiskal yang kuat, di mana PADnya melebihi TDK. Sementara itu, sebanyak 7 kabupaten memiliki kemampuan fiskal sedang. Tercatat, sebanyak 496 kabupaten masih bergantung pada TKD atau memiliki fiskal lemah.

"Artinya hampir mirip-mirip antara PAD-nya an TKD-nya. Sedangkan 496 kabupaten itu didominasi oleh TKD," ujar Tito.

Di level kota, Tito mengatakan sebanyak hanya 15 kota dari 93 kota seluruh Indonesia yang memiliki fiskal kuat, sedangkan 19 kota memiliki fiskal sedang dan sisanya 59 kota lemah.

"Dari sini bisa dilihat problem terberat ada di tingkat kabupaten.," paparnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Sinergi Kebijakan Moneter-Fiskal, BI Borong SBN Rp 111 Triliun


Most Popular
Features