Tank tempur Type 10 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang menembakkan amunisi dalam latihan militer tahunan di Lapangan Latihan Higashifuji, Gotemba, Prefektur Shizuoka, Minggu (7/6/2026). Latihan tembak langsung terbesar Jepang itu digelar di dekat Gunung Fuji dan menjadi ajang demonstrasi kesiapan tempur serta kemampuan persenjataan modern negara tersebut. (REUTERS/Manami Yamada)
Menurut laporan media lokal, latihan tahun ini melibatkan sekitar 3.000 personel Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) dan menggunakan sekitar 70 ton amunisi dalam berbagai simulasi tempur. (REUTERS/Manami Yamada)
Sorotan utama dalam demonstrasi militer tersebut adalah penampilan perdana sistem Proyektil Luncur Kecepatan Tinggi Tipe 25, senjata hipersonik terbaru yang dikembangkan Jepang. Kementerian Pertahanan Jepang menyebut sistem tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pertahanan wilayah pulau-pulau terpencil negara itu. (REUTERS/Manami Yamada)
Pesawat angkut tiltrotor V-22 Osprey milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang ambil bagian dalam latihan militer tahunan di Lapangan Latihan Higashifuji, Gotemba, Prefektur Shizuoka. Kehadiran pesawat tersebut menjadi bagian dari demonstrasi kemampuan mobilitas udara Jepang dalam latihan tembak langsung terbesar yang digelar di dekat Gunung Fuji. (REUTERS/Manami Yamada)
Kendaraan pembersih ranjau Tipe 92 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang meluncurkan roket dalam latihan militer tahunan di Lapangan Latihan Higashifuji, Gotemba, Prefektur Shizuoka. Aksi tersebut menjadi bagian dari simulasi operasi tempur yang ditampilkan dalam latihan tembak langsung terbesar Jepang di kawasan dekat Gunung Fuji. (REUTERS/Manami Yamada)
Latihan digelar di tengah upaya Tokyo meningkatkan kapasitas pertahanan nasional seiring meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Asia Timur. (REUTERS/Manami Yamada)
Pemerintah Jepang dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat modernisasi militernya, termasuk pengembangan teknologi persenjataan canggih. REUTERS/Manami Yamada