MARKET DATA

Purbaya: S&P Tidak Meributkan MBG

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
06 June 2026 13:35
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak pernah mendengar Lembaga Rating Standard & Poor's (S&P) secara spesifik khawatir akan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai beban dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak meributkan itu," ungkap Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, sabtu (6/6/2026)

Kekhawatiran S&P, menurut Purbaya yang sudah bertemu beberapa waktu lalu justru pada sentimen negatif dari pelaku pasar keuangan.

"Sebetulnya cuma dia meributkan sentimen, mempertanyakan atau mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market. Itu saja. Tapi kalau fundasinya, enggak ada masalah," jelasnya.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto sudah masuk dalam hitungan Purbaya, baik MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Purbaya meyakini defisit APBN masih bisa terjaga di bawah 3% terhadap PDB.

"Program-program itu enggak dipertanyakan, karena kita bisa yakinkan bahwa dengan program itu pun, defisit bisa kita pertahankan di 2-3%. Dan kalau ke pepet misalnya harganya penilaian yang tinggi, itu bisa dikendalikan sesuai dengan yang dibutuhkan," papar Purbaya.

"Jadi kan tadinya anggapannya MBG enggak fleksibel, yang lain enggak fleksibel Saya kasih ke SNP, yang ini bisa diadjust, yang ini bisa diadjust Jadi enggak usah takut tentang kondisi fiskal kita," pungkasnya.

(mij/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya: Gaji 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun


Most Popular
Features