Purbaya Buka Suara soal Transaksi Dolar di Pelabuhan: Nanti Saya Hajar
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan seluruh transaksi di dalam negeri seharusnya menggunakan rupiah. Ia bahkan meminta pelaku usaha melaporkan jika masih menemukan praktik penagihan menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026), merespons pertanyaan mengenai keluhan sejumlah pelaku usaha yang mengaku masih dikenakan tagihan dalam mata uang dolar.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya bilang, akan menindak jika ditemukan praktik yang tidak sesuai aturan.
"Kalau ada dolar itu, laporin saya, nanti saya hajar ia," kata Purbaya.
Menurut ia, sesuai ketentuan yang berlaku, transaksi di Indonesia seharusnya menggunakan rupiah.
"Secara peraturan harusnya rupiah. Ini kan Indonesia. Alat transaksinya rupiah," ujarnya.
Purbaya mengaku akan mengecek lebih lanjut apabila masih terdapat layanan atau pungutan yang menggunakan dolar. Namun, ia menegaskan seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan yang dikelola otoritas terkait semestinya telah menggunakan rupiah.
Dalam kesempatan itu, ia juga sempat melontarkan candaan terkait pentingnya menjaga penggunaan mata uang nasional.
"Janganlah. Cinta rupiah, Pak. Kita cinta rupiah semua," katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat penggunaan rupiah dalam berbagai transaksi domestik sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika ekonomi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberi keterangan pers saat kunjungannya di Pelabuhan Tj Priok, Sabtu, 6/6. (CNBC Indonesia/Fergi Nadira) Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberi keterangan pers saat kunjungannya di Pelabuhan Tj Priok, Sabtu, 6/6. (CNBC Indonesia/Fergi Nadira) |
source on Google [Gambas:Video CNBC]
