MARKET DATA

Gubernur BI: Koordinasi Fiskal & Moneter Selama ini Sangat-Sangat Erat

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
06 June 2026 10:23
Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Mohamad Hekal dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Mohamad Hekal dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menghadiri rapat koordinasi membahas evaluasi perekonomian terkini di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Turut hadir antara lain Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Mohamad Hekal, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat, bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Menurut dia, penguatan koordinasi fiskal dan moneter terus dilakukan.

"Dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," ujar Perry.

Lebih lanjut, dia mengatakan, penguatan koordinasi fiskal-moneter yang sudah kuat selama ini sekarang diperkuat dan secara berkesinambungan terus akan diperkuat.

"Saling mendukung, saling memperkuat untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas makroekonomi sesuai dengan dinamika yang ada dengan keyakinan bahwa fundamental ekonomi kita bagus," kata Perry.

(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Ternyata Pantau Dolar Rp17.400, Begini Penjelasan Bos BI


Most Popular
Features