MARKET DATA
Internasional

Jreng... Zelensky Tiba-Tiba Kirim Surat ke Putin

tps,  CNBC Indonesia
05 June 2026 21:50
Kombinasi foto menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AFP via Getty Images)
Foto: Kombinasi foto menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dilaporkan telah mengajukan proposal pertemuan tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sebuah surat terbuka yang langka pada hari Jumat (5/6/2026). Langkah berani ini diambil tak lama setelah pemimpin Kremlin tersebut mengakui bahwa Moskow perlu memperkuat pertahanan udaranya di tengah maraknya serangan dari Ukraina.

Mengutip AFP, surat itu berisi ajakan perundingan perdamaian. Ajakan ini dikeluarkan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang selama ini gencar mendorong kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik.

"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kami dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan," tulis Zelensky dalam surat terbuka tersebut.

Di sisi lain, pihak Kremlin menyatakan bahwa Putin belum diperlihatkan surat tersebut secara langsung. Namun, Kremlin menambahkan bahwa Zelensky bisa saja menemui Putin di Moskow kapan saja, sebuah usulan yang sebenarnya sudah ditolak mentah-mentah oleh pemimpin Ukraina itu di dalam suratnya.

"Zelensky dapat datang kapan saja ke Moskow," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip oleh media pemerintah setelah surat itu dipublikasikan.

Zelensky menerbitkan surat tersebut sehari setelah drone Ukraina menghantam Saint Petersburg, bertepatan dengan momen kota kelahiran Putin yang sedang menjamu forum ekonomi internasional minggu ini. Pemimpin Ukraina itu telah berulang kali menyerukan pertemuan dengan mantan mata-mata KGB tersebut karena menganggap hanya pembicaraan tatap muka yang akan menghasilkan kesepakatan mengenai wilayah.

Trump yang sempat menghadapi kritik karena memarahi Zelensky di Gedung Putih tahun lalu namun mengundang Putin ke konferensi tingkat tinggi di Alaska baru-baru ini menyatakan kegembiraannya atas potensi pertemuan kedua pemimpin tersebut.

"Saya pikir kita memiliki banyak andil dalam hal ini. Saya pikir akan sangat bagus jika mereka bertemu. Mereka harus menyelesaikannya," ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Negosiasi berbulan-bulan yang dipimpin oleh Amerika Serikat sejauh ini gagal membawa kedua belah pihak mendekati kesepakatan, terlebih perhatian Trump sebagian besar terserap oleh perang Iran yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel lebih dari tiga bulan lalu.

"Mereka berdua akan membuat kompromi, saya menyarankan kompromi tersebut, dan Anda tahu, kami memiliki banyak andil dalam hal itu," tambah Trump tanpa merinci kompromi yang dimaksud.

Rusia yang memulai invasi pada tahun 2022 telah menuntut Ukraina untuk menarik diri dari wilayah Donbas timur yang sebagian besar pasukannya masih dikendalikan oleh tentara Kyiv sebagai syarat awal pembicaraan damai. Sebelum surat banding Zelenskyy diterbitkan, Putin kembali mempertanyakan legitimasi pemimpin Ukraina tersebut di hadapan jurnalis asing di Saint Petersburg karena masa jabatan lima tahun pertamanya telah berakhir pada tahun 2024.

Hukum darurat militer di Ukraina melarang pemilihan umum selama masa perang, namun Zelensky telah menawarkan diri untuk menggelar pemungutan suara atau referendum terkait kesepakatan damai final jika gencatan senjata penuh telah diberlakukan. Putin sendiri menegaskan hanya akan menemui Zelensky untuk memfinalisasi kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya dan menolak pertemuan sebelum hal itu tercapai.

Ukraina sendiri terus mengintensifkan serangan balasan jarak jauhnya ke target energi dan militer Rusia dalam beberapa bulan terakhir sebagai respons adil atas rentetan serangan malam oleh tentara Rusia.

"Jika Anda secara pribadi tidak menyimpulkan bahwa ini saatnya untuk mengakhiri perang ini, Ukraina akan terus berjuang demi keberadaannya," tegas Zelensky dalam suratnya.

Putin Beri Pujian

Pada hari Kamis, Putin memuji pencapaian pasukannya di medan perang di tengah meningkatnya kepercayaan diri Ukraina. Ia membantah bahwa ofensif Rusia telah menjadi bencana strategis.

"Kami benar-benar siap dan bersedia untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina melalui jalur damai," kata Putin.

Meskipun demikian, data menunjukkan laju kemajuan Rusia telah melambat sejak akhir tahun 2025 dan Ukraina berhasil merebut kembali lebih banyak wilayah daripada yang hilang dari pasukan Rusia pada bulan Mei untuk bulan kedua berturut-turut. Putin akhirnya mengakui bahwa Rusia perlu meningkatkan sistem pertahanan udaranya setelah drone Ukraina menghantam terminal minyak dan pangkalan laut di Saint Petersburg tepat saat Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF) dibuka.

"Rusia memiliki sistem pertahanan udara. Ya, kita harus meningkatkannya. Ya, kita harus memperkuatnya. Dan kami akan melakukannya," pungga Putin.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Putin Buka Suara Gencatan Senjata AS-Iran


Most Popular
Features