MARKET DATA
Internasional

Krisis Listrik Mengintai, Jepang Bangun 14 Pembangkit Nuklir Baru

tps,  CNBC Indonesia
05 June 2026 21:20
Pemandangan udara menunjukkan tangki penyimpanan air olahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh akibat tsunami di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang 22 Agustus 2023, dalam foto yang diambil oleh Kyodo. (Mandatory cr
Foto: Pemandangan udara menunjukkan tangki penyimpanan air olahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh akibat tsunami di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang 22 Agustus 2023, dalam foto yang diambil oleh Kyodo. (via REUTERS/KYODO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang dilaporkan berencana untuk mengganti 14 reaktor nuklir yang sudah usang pada dekade 2050-an, Jumat (5/6/2026). Ini dilakukan Negeri Sakura untuk mengamankan pasokan energi nasional.

Langkah berani ini diambil di tengah upaya Tokyo yang semakin gencar merangkul energi atom setelah lebih dari 15 tahun tragedi kehancuran pembangkit listrik Fukushima akibat gempa dan tsunami. Mengutip AFP, rencana yang dilaporkan oleh Kementerian Perindustrian Jepang.



Disebut bagaimana pemerintah sangat berusaha menambah kapasitas pembangkit listrik guna memenuhi lonjakan permintaan. Terutama untuk teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan pabrik semikonduktor.

Berdasarkan laporan media utama termasuk Kyodo News dan lembaga penyiaran nasional NHK, di bawah draf rencana tersebut, kementerian terkait berharap dapat mengganti hingga lima reaktor nuklir pada dekade 2040-an. Secara total akan ada mencapai sekitar 14 reaktor pada dekade 2050-an.

"Momentum ini menjadi pertama kalinya bagi pemerintah Jepang dalam menguraikan target spesifik terkait penggantian reaktor nuklir secara terperinci kepada publik," ujar Kyodo News.

Rencana strategis ini dipresentasikan dalam rapat panel kementerian perindustrian hari ini. Para menteri terkait dijadwalkan akan meninjau rancangan tersebut pada musim panas nanti.



Sebelumnya, Jepang memperkirakan bahwa pada dekade 2040-an, negara tersebut akan mengalami kekurangan daya sebesar 5,5 juta kilowatt. Angka tersebut setara dengan jumlah energi yang dihasilkan oleh lima reaktor nuklir modern saat ini.

Sebagai kilas balik, Jepang sempat menghentikan seluruh operasional pembangkit listrik tenaga nuklirnya setelah gempa bumi kolosal dan tsunami dahsyat yang memicu kehancuran tiga reaktor di pembangkit listrik atom Fukushima pada tahun 2011 silam. Namun, kini Tokyo berkomitmen penuh untuk menghidupkan kembali energi atom guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mencapai target netralitas karbon pada tahun 2050, sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang melonjak akibat ekspansi kecerdasan buatan.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sah! RI-Jepang Teken Kerja Sama Kembangkan Mineral Kritis-Nuklir


Most Popular
Features