PHR Catat Produksi Migas Sebesar 157,33 Ribu Barel di 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan menghasilkan total produksi migas setara 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD).
Capaian tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 151,55 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 33,48 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menjaga kinerja dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Berbagai pencapaian yang diraih PHR sepanjang tahun 2025 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti kemampuan perusahaan menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional," ungkapnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
Adapun, guna menjaga keberlanjutan produksi, PHR menjalankan program pengembangan lapangan secara agresif melalui pengeboran satu sumur eksplorasi, 505 sumur eksploitasi, serta 319 sumur Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Berkat berbagai upaya tersebut, perusahaan membukukan capaian Key Performance Indicator (KPI) Audited sebesar 106,69%
PHR juga terus memperkuat operasional melalui penerapan teknologi, digitalisasi, serta penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang dijalankan secara terintegrasi guna memastikan pasokan energi domestik tetap andal, aman, stabil, dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, implementasi strategi tersebut tercermin dalam berbagai pencapaian operasional dan inovasi perusahaan, mulai dari peningkatan produksi migas, penambahan sumur baru, penemuan sumber daya hidrokarbon, hingga pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mengoptimalkan produktivitas lapangan migas mature.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PHR dalam menjaga tingkat produksi, meningkatkan efisiensi operasi, serta mempertahankan perannya sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia.
Kinerja operasional yang solid turut menghasilkan pencapaian keuangan yang positif. Pada tahun 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 3,24 miliar, meningkat dibandingkan US$ 3,05 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba bersih tahun berjalan yang mencapai US$ 898,72 juta, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pemegang Saham sekaligus mendukung kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian nasional.
Total aset perusahaan tercatat sebesar US$ 5,94 miliar dengan total ekuitas mencapai US$ 3,44 miliar. Turut menjadi perhatian, di bidang keselamatan PHR menorehkan capaian 69.267.011 jam kerja selamat sepanjang tahun 2025.
Pencapaian ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang kuat di seluruh wilayah operasi. Sejalan dengan itu, PHR juga terus memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, yang dibuktikan melalui perolehan tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak.
Komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan program Community Involvement and Development (CID). Dengan realisasi anggaran sebesar US$ 1,69 juta untuk 23 program, PHR menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting , pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pada aspek tata kelola, PHR terus menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan pada Asesmen Good Corporate Governance (GCG) yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tahun buku 2025, dimana PHR mencatatkan skor 80,791 (predikat baik). Skor ini mengalami peningkatan dari asesmen BPKP sebelumnya.
"Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR," tambahnya.
Sejalan dengan visi menjadi perusahaan hulu migas nasional kelas dunia, PHR terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek bisnis melalui tiga pilar utama, yaitu penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]