MARKET DATA

Dolar AS Ngamuk Sampai Tembus Rp 18.000, Begini Respons Istana

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
04 June 2026 20:51
Pengunjung menukar uang di tempat penukaran uang di Money Changer Ayu Masagung kawasan Kwitang, Jakarta, Rabu, (3/6/2026). Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. (CNBC Indonesia/Muh
Foto: Pengunjung menukar uang di tempat penukaran uang di Money Changer Ayu Masagung kawasan Kwitang, Jakarta, Rabu, (3/6/2026). Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara mengenai kondisi pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Dia meminta agar para pejabat terkait ekonomi terus melakukan koordinasi untuk melalukan monitoring.

"Berkenaan dengan masalah Rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," kata Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026).

Dia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang kuat.

"Tetapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat gitu," katanya.

Diketahui, Pelemahan rupiah di hadapan dolar AS masih terus berlanjut. Bahkan, kini sudah tembus Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), data Refinitiv menunjukkan, per pukul 11.30 WIB, rupiah melemah 0,56% ke level Rp18.040/US$.

Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan posisi sebelumnya. Pada pukul 09.11 WIB, rupiah sudah lebih dulu menembus level psikologis Rp18.000/US$ dan berada di Rp18.015/US$ atau terdepresiasi 0,42%.

(emy/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Pemicu Dolar AS Bisa Ngamuk & Tembus Rp18.000 Versi Bos Pengusaha


Most Popular
Features