MARKET DATA
Internasional

Rudal Amerika Hantam Bandara Kuwait, Bukan Iran

tps,  CNBC Indonesia
04 June 2026 17:35
Rekaman CCTV menunjukkan api dan asap yang mengepul setelah serangan di Bandara Internasional Kuwait, di Kota Kuwait, Kuwait pada 3 Juni 2026, dalam cuplikan layar dari video ini. (Civil Aviation Kuwait/Handout via REUTERS)
Foto: Rekaman CCTV menunjukkan api dan asap yang mengepul setelah serangan di Bandara Internasional Kuwait, di Kota Kuwait, Kuwait pada 3 Juni 2026, dalam cuplikan layar dari video ini. (via REUTERS/CIVIL AVIATION KUWAIT)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melontarkan klaim mengejutkan bahwa kehancuran parah yang terjadi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait sebenarnya disebabkan oleh hantaman rudal Patriot milik Amerika Serikat (AS). Sistem pertahanan udara milik Washington tersebut dituding mengalami kegagalan fungsi saat berusaha menghalau gelombang serangan rudal kiriman Teheran yang membidik pangkalan militer Amerika Serikat di negara Teluk tersebut.

Insiden fatal di bandara tersebut meletus di tengah aksi saling balas serangan rudal yang terjadi pada hari Rabu antara militer AS dan Iran. Eskalasi mematikan ini dipicu oleh serangan Washington terhadap sebuah kapal tanker yang tengah melaju menuju Pulau Kharg, serta apa yang disebut oleh Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) sebagai serangan defensif di Pulau Qeshm.

Mengutip kantor berita Russia Today (RT) pihak militer Iran langsung membantah keras tuduhan yang menyebut bahwa pasukannya telah sengaja membidik fasilitas penerbangan sipil tersebut. Seorang juru bicara resmi IRGC mengumumkan rincian hasil investigasi internal mereka secara terbuka kepada publik pada hari Rabu.

"Investigasi dan penelitian kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan bahwa angkatan udara IRGC tidak menembak ke target ini, dan hancurnya terminal penumpang bandara Kuwait disebabkan oleh kesalahan pada sistem Patriot Amerika, yang mendarat di terminal ini setelah gagal mencegat rudal-rudal Iran," kata juru bicara IRGC tersebut, dikutip Kamis (4/6/2026).

Kendati demikian, klaim Teheran ini langsung menuai bantahan dari otoritas setempat.

Sebelumnya, detik-detik Bandara Internasional Kuwait dihantam drone dipublikasikan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait (DGCA). Sebuah video menunjukkan saat pesawat tak berawak Iran menabrak terminal di bandara, 3 Juni kemarin.

"Momen pertama agresi brutal Iran melalui drone, yang menjadi sasaran Terminal 1 (T1) Bandara Internasional Kuwait pada tanggal 3 Juni 2026," tulis DGCA di akun X @Kuwait_DGCA, Kamis.

"Menyebabkan hilangnya nyawa, cedera parah pada manusia, dan kerusakan material yang parah," tambahnya.

Pada video terlihat bagaimana beberapa lokasi diambil merujuk CCTV bandara. Lokasi pertama menunjukkan sisi luar terminal, saat tiba-tiba sebuah drone jatuh menembus atap kiri terminal, dan menimbulkan ledakan api serta asap hitam pekat.

Tak jauh dari lokasi, terlihat deretan pesawat berjejer. Situasi luar bandara juga masih dipenuhi warga lalu lalang di siang hari.

Video lain kemudian memperlihatkan parkiran mobil di dekat gedung terminal saat kejadian. Bagaimana ledakan mengejutkan lokasi itu. Ada pula situasi di dalam terminal saat serangan terjadi. Diperlihatkan beberapa orang sedang berjalan di lokasi dan tiba-tiba panik karena bangunan runtuh.

Insiden ini terjadi setelah terjadinya baku tembak antara AS dan Iran. IRGC mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk markas Armada Kelima AS, setelah serangan Amerika di Pulau Qeshm.

Departemen Perang AS, Pentagon, mengklaim bahwa rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait gagal mencapai sasarannya, dan mengatakan dua proyektil gagal atau pecah dalam perjalanan. Kuwait mengatakan pertahanan udaranya merespons serangan rudal dan drone selama insiden tersebut.

Mengutip AFP, juru bicara Kementerian Kesehatan Abdullah al-Sanad mengatakan 25 ambulans dikirim ke Bandara Internasional Kuwait. Puluhan orang menderita luka karena ledakan termasuk di kepala, pendarahan otak, amputasi dan luka serius yang tidak dijelaskan jenisnya.

"Mereka termasuk warga sipil, dan orang-orang yang bekerja di bandara dan wisatawan," tambahnya menyebut serangan tersebut merusak misi diplomatik yang tidak disebutkan namanya.

Dalam pernyataan berbeda Kementerian Luar Negeri India mengatakan salah satu warganya tewas di bandara dan mengutuk serangan tersebut. Ia diidentifikasi sebagai seorang pelancong.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video Detik-Detik Bandara Kuwait Dihantam Drone, Korban Berjatuhan


Most Popular
Features