Trump Konfirmasi "Jewer" Netanyahu, Sebut Gila & Tak Tahu Terima Kasih
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa dirinya sempat menyebut Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu "gila". Ini membenarkan laporan Axios yang merujuk dua sumber pejabat dan sumber lain yang mendapat pengarahan, soal "percakapan telepon yang penuh dengan kata-kata kasar" antara kedua pemimpin itu.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan Rabu waktu setempat, Trump blak-blakan menyebut dirinya memang mencaci-maki Netanyahu. Ia bahkan menyebutnya tidak tahu berterima kasih.Â
"Saya memang mengatakannya. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya marah," ujarnya dikutip Kamis (4/6/2026).
"Saya hanya sedikit terganggu dengan sikapnya yang terus-menerus bertempur dengan Lebanon, Anda tahu," kata Trump.
Kendati demikian, Trump kemudian buru-buru menambahkan bahwa hubungan dirinya dengan Netanyahu sebenarnya berjalan dengan sangat baik. Ia menegaskan hubungan keduanya masih sangat kuat.
Sebelumnya, Axios mengatakan komunikasi via telepon itu berlangsung Senin. Ia juga menegaskan jika tak ada dirinya, Netanyahu mungkin sudah dipenjara.
"Kamu benar-benar gila. Kamu akan mendekam di penjara jika bukan karena aku. Aku yang menyelamatkan posisimu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena hal ini," ujar Trump dalam laporan tersebut.
Kemarahan Trump sendiri terjadi karena serangan Israel ke Lebanon, akhir pekan kemarin. Trump menganggap hal itu merupakan eskalasi yang membahayakan pembicaraannya damai perangnya dengan Iran.
Respons Netanyahu
Sementara itu, Netanyahu yang dimintai keterangan mengenai laporan Axios memilih untuk tidak menjabarkan detail isi percakapan telepon dengan Trump secara rinci. Tapi, ia menegaskan hubungan diplomasinya dengan Trump sama sekali tidak berubah.
Mengutip wawancara eksklusif di CNBC International, Netanyahu menganggap perselisihan tersebut hanyalah sebuah dinamika biasa dalam hubungan yang erat. Netanyahu juga terus memberikan pujian setinggi langit kepada Trump dan menganggap Trump sebagai sekutu terbaik bagi negaranya selama ini.
"Kami memiliki tujuan yang sama. Kadang-kadang, seperti halnya dalam keluarga terbaik, Anda memiliki perbedaan taktis seperti ini," kata Netanyahu.
"Dia telah menjadi sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih, dan dia menghormati saya; saya pun menghormatinya. Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan di antara kami," ujarnya.
(tps/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]