Kapal kontainer MSC Sariska V milik MSC, grup pelayaran terbesar di dunia, terkena dua proyektil saat berada di Pelabuhan Umm Qasr, Irak, pada Senin (1/6/2026). MSC dalam pernyataannya pada Selasa (2/6/2026) menyebut seluruh awak kapal selamat dan tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/IRAQI PORTS COMPANY MEDIA)
Dalam sebuah Video yang dirilis Iraqi Ports Company memperlihatkan sebuah kapal pemadam kebakaran menyemprotkan air ke MSC Sariska V untuk memadamkan api yang muncul di atas kapal setelah serangan. Rekaman tersebut menunjukkan upaya petugas pelabuhan mengendalikan kobaran api yang terjadi di bagian kapal. (IRAQI PORTS COMPANY MEDIA/Handout via REUTERS)
Nampak kerusakan terjadi pada lambung kapal Sariska V milik MSC grup. MSC mengatakan Garda Revolusi Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Perusahaan menggambarkan insiden itu sebagai serangan tanpa provokasi terhadap kapal komersial netral yang tidak memiliki afiliasi dengan Amerika Serikat maupun Israel. (IRAQI PORTS COMPANY MEDIA/Handout via REUTERS)
"MSC sangat prihatin dengan serangan tanpa provokasi ini dan risiko yang ditimbulkannya bagi para pelaut yang tidak bersalah serta perdagangan maritim penting di kawasan ini," kata perusahaan dalam pernyataannya. (IRAQI PORTS COMPANY MEDIA/Handout via REUTERS)
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan Garda Revolusi Iran mengaku menargetkan MSC Sariska V menggunakan rudal jelajah. Teheran menyebut serangan tersebut merupakan tindakan balasan atas apa yang diklaim sebagai serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal Iran. (IRAQI PORTS COMPANY MEDIA/Handout via REUTERS)