MARKET DATA

Surplus Neraca Dagang RI Susut Jadi US$90 Juta, Ini Penyebabnya

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
02 June 2026 12:25
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)
Foto: Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami penyusutan yang dalam pada April 2026, menjadi hanya sebesar US$ 90 juta, dari sebelumnya tercatatat US$ 3,32 miliar pada Maret 2026.

Kondisi itu dipicu oleh melesatnya kinerja impor Indonesia dengan kenaikan 22,49% pada April 2026 menjadi US$ 25,21 miliar, sedangkan ekspor masih mampu lebih besar dengan nilai US$ 25,30 miliar, meski pertumbuhannya lebih rendah yakni 21,98%.

"Pada April 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus US$ 89,1 juta," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Pudji menjelaskan, surplus neraca perdagangan yang terjaga selama 72 bulan beruntun meski merosot dalam, ditopang oleh kinerja ekspor komoditas non migas yang sebesar US$ 3,53 miliar dari sebelumnya US$ 5,21 miliar pada Maret 2026.

Sementara itu, untuk komoditas migas mengalami kontraksi defisit yang makin dalam pada April 2026 menjadi sebesar US$ 3,44 miliar, dari catatan per Maret 2026 yang defisitnya sebesar US$ 1,89 miliar.

"Surplus pada April 2026 ini lebih ditopang surplus komoditas non migas yang sebesar 3,53 miliar US dolar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, kemudian bahan bakar mineral, serta besi dan baja," tegas Pudji.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! Neraca Dagang RI Surplus US$ 90 Juta April 2026


Most Popular
Features