MARKET DATA
Internasional

Timteng Membara Lagi, Iran Setop Semua Nego Damai Perang dengan AS

se,  CNBC Indonesia
01 June 2026 22:00
A woman waves an Iranian flag in front of an anti-US billboard referring to US President Donald Trump and the Strait of Hormuz at Valiasr Square in Tehran on May 5, 2026. Iran's chief negotiator in talks with the United States warned on May 5 that hi
Foto: AFP/-

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran menangguhkan semua pembicaraan damai dengan Amerika Serikat (AS) melalui mediator Senin (1/6/2026). Hal ini dilaporkan kantor berita Iran Tasnim.

Disebut bahwa kedua pihak tetap berbeda pendapat mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ini terutama terkait pelanggaran Israel di Lebanon serta serangan terbaru oleh AS.

"Mengingat kejahatan berkelanjutan rezim Zionis (Israel) di Lebanon dan mengingat bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat untuk gencatan senjata dan bahwa gencatan senjata ini sekarang telah dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim negosiasi Iran menangguhkan dialog dan pertukaran teks melalui mediator," lapor laman itu menyebut pemerintah Iran, dimuat AFP.

Harga minyak melonjak tajam hingga 5% setelah pengumuman ini. Sementara bursa Wall Street longsor saat berita diturunkan dengan Indeks Dow Jones turun 0,4% sementara S&P turun 0,2% dan Nasdaq Composite turun 0,1%.

Sebelumnya, gencatan senjata kedua negara memang rapuh. Pada akhir pekan, AS dan Iran bahkan saling serang.

Militer AS mengatakan telah melakukan "serangan bela diri" terhadap situs radar dan kendali drone Iran selama akhir pekan, serangan ketiga dalam waktu lebih dari seminggu. AS mengatakan ini sebagai tanggapan atas jatuhnya drone MQ-1 AS.

Tak lama kemudian, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan kepada media pemerintah bahwa mereka telah menargetkan pangkalan udara yang digunakan oleh militer AS yang menjadi asal serangan tersebut. IRGC tidak menyebutkan negara yang dikatakan menampung pangkalan tersebut, tetapi militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat "serangan rudal dan drone musuh".

Sementara Israel kembali melakukan serangan darat ke Lebanon, bahkan mengibarkan benderanya di kastil abad pertengahan, benteng Beaufort. Netanyahu menyebut perebutan kembali benteng Beaufort sebagai "pergeseran dramatis" dan berjanji untuk melanjutkan pertempuran melawan Hizbullah, dengan serangan dan invasi yang semakin dalam ke Lebanon.

Pada Senin, Israel juga memperingatkan penduduk pinggiran selatan Beirut, tentang serangan yang akan segera terjadi dan menyerukan mereka untuk mengungsi.

"Pasukan Pertahanan Israel memperingatkan warga daerah Dahiyeh di Beirut dan menyerukan mereka untuk mengungsi demi keselamatan mereka. Jika teroris Hizbullah terus meluncurkan roket ke arah kota-kota Israel, IDF akan merespons dengan menargetkan sasaran di Dahiyeh selatan," kata juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, pada X.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Terbaru Proposal Damai Perang AS-Iran, Beneran Deal?


Most Popular
Features