Hormuz Memanas Lagi, AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran
Jakarta, CBBC Indonesia - Pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu waktu setempat setelah Teheran disebut mengirim drone ke arah kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik Washington dan Teheran.
Menurut pejabat AS, pasukan Amerika menembak jatuh sejumlah drone Iran dan menghantam stasiun kendali drone di dekat Bandar Abbas, kota pelabuhan utama di Iran selatan yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz. Lokasi tersebut dianggap mengancam pasukan AS dan jalur pelayaran komersial internasional di kawasan itu.
Mengutip, The Wall Street Journal (WSJ), Kamis (28/5/2026), Iran dilaporkan meluncurkan empat drone serang satu arah ke arah kapal militer AS dan kapal komersial pada Rabu pagi. Jet tempur Amerika jenis F/A-18, F-16, dan F-35 kemudian menembak jatuh drone-drone tersebut. Kemudian F/A-18 menghantam unit kendali darat sebelum dapat meluncurkan drone kelima, kata salah satu pejabat.
Seperti halnya serangan AS di awal pekan, para pejabat pemerintah menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan terbatas dan bersifat defensif, bukan eskalasi yang akan meruntuhkan gencatan senjata yang sebagian besar telah dipatuhi kedua belah pihak. Menurut dua pejabat, tidak ada korban jiwa selama insiden tersebut.
Kuwait diserang pada Kamis pagi setelah serangan AS, mengakhiri periode tenang di bawah gencatan senjata. Militer Kuwait mengatakan mereka mencegat serangan rudal dan drone musuh dan meminta penduduk untuk mencari perlindungan.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang bertugas membela rezim dan menegakkan kendali di selat tersebut, mengatakan telah menyerang pangkalan AS sebagai tanggapan atas serangan dan akan membalas serangan di masa mendatang.
Bentrokan tersebut menggarisbawahi tantangan yang dihadapi upaya negosiasi Gedung Putih untuk mengamankan perdamaian yang menurunkan harga minyak, membatasi upaya nuklir Teheran, dan memungkinkan Presiden Trump untuk mengklaim bahwa operasi militernya di Timur Tengah telah mencapai beberapa tujuan utamanya.
Trump mengisyaratkan dalam rapat kabinet pada Rabu pagi bahwa ia masih berupaya untuk menegosiasikan kesepakatan yang membuka Selat Hormuz untuk perdagangan dan melenyapkan cadangan uranium yang sangat diperkaya milik Iran.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan dalam rapat kabinet bahwa preferensi pemerintah masih tetap pada kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran.
"Diplomasi selalu menjadi pilihan pertama," kata Rubio.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]