MARKET DATA
Health Forum

Produk Jamu RI Berpotensi Tembus Pasar Global, Ini Penjelasannya

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
26 May 2026 16:29
Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa Patrick Kalona memberi pemaparan dalam acara Health Forum di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa, 26/5. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa Patrick Kalona memberi pemaparan dalam acara Health Forum di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa, 26/5. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri jamu nasional semakin memantapkan diri untuk menembus pasar internasional. Apalagi, industri jamu berpotensi menjadi industri strategis yang modern, inovatif dan berdaya saing global.

Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona menuturkan, pada dasarnya standar pembuatan obat herbal seperti jamu di dalam negeri sudah tergolong sangat baik. Sebab, sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dirancang agar sesuai panduan dari International Regulatory Cooperation for Herbal Medicines (IRCH).

"Jadi sebenarnya itu standar global dari WHO, kami dari industri sekarang melihat faktor kualitas dan standar itu sesuatu yang sebenarnya sudah ada di Indonesia," ujar Patrick dalam Health Forum bersama CNBC Indonesia, Selasa (26/5/2026).

Patrick menambahkan, pihaknya terus berupaya mengimbau semua pelaku usaha industri jamu untuk mengikuti peraturan yang ada. Pasalnya, kepatuhan terhadap regulasi akan membantu setiap produsen jamu untuk naik kelas ke jenjang berikutnya. Ditambah lagi, pelaku usaha juga diuntungkan lantaran sertifikasi yang diperoleh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ataupun stakeholder terkait sudah bisa diakui di dunia internasional.

"Namun memang tantangannya bukan sebatas kalau kami katakan kualitas, tapi lebih ke competitiveness," jelasnya.

Dari situ, seluruh pemangku kepentingan harus saling berkolaborasi untuk meningkatkan nilai ekonomis agar produk jamu atau obat-obatan herbal Indonesia dapat bersaing dengan pemimpin pasar di dunia yakni China dan India. Kedua negara ini terbukti mampu menghasilkan produk-produk obat herbal dengan nilai ekonomi yang lebih kompetitif.

Lebih jauh, Patrick percaya bahwa jamu adalah warisan budaya yang patut disyukuri dan diteruskan ke generasi-generasi masyarakat berikutnya. Sebab, di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, jamu tetap menjadi salah satu produk herbal yang relevan bagi kalangan masyarakat.

"Konsumen itu memang selalu berkeinginan untuk hidup lebih baik lebih sehat dan jamu menginspirasi kita untuk menggunakan warisan budaya dan kekayaan alam yang sudah ada di Indonesia," pungkas dia.

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Bikin UMKM Jamu Naik Kelas, Pemenuhan Standar Jadi Tantangan


Most Popular
Features