MARKET DATA
Internasional

Breaking: Iran Bakal Buka Hormuz 30 Hari Usai Damai dengan AS

tfa,  CNBC Indonesia
26 May 2026 06:55
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, Jumat (22/5/2026). (via REUTERS/Majid-Asgaripour)
Foto: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, Jumat (22/5/2026). (via REUTERS/Majid-Asgaripour)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sekitar 30 hari setelah kedua negara mencapai kesepakatan damai. Informasi ini diungkap surat kabar Jepang, Nikkei, Senin (26/5/2026), mengutip sumber diplomatik di Timur Tengah.

Dalam laporan tersebut, Iran disebut akan melanjutkan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz selama masa transisi 30 hari setelah kesepakatan tercapai. Setelah proses itu selesai, kapal-kapal dari seluruh negara disebut dapat kembali melintas dengan aman dan bebas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Tak hanya itu, Iran juga dikabarkan akan menghentikan pungutan biaya transit yang selama ini dikenakan terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.

"Setelah periode 30 hari, kapal dari semua negara akan dapat berlayar dengan bebas dan aman," tulis laporan Nikkei mengutip sumber diplomatik Timur Tengah, Selasa (26/5/2026).

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi kawasan tersebut setiap harinya. Ketegangan di wilayah itu selama ini membuat pasar energi dunia bergejolak karena kekhawatiran terganggunya distribusi minyak mentah.

Sebelumnya, AS dan Iran juga telah menyepakati gencatan senjata sementara pada awal April lalu. Menurut laporan Nikkei, gencatan senjata tersebut akan diperpanjang selama 60 hari guna membuka ruang negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran.

Selama jeda dua bulan itu, kedua negara disebut akan menggelar pembicaraan intensif untuk membahas masa depan pengembangan nuklir Teheran serta upaya normalisasi hubungan bilateral.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Alert! Pernyataan Baru Trump soal Damai Perang Iran, Depan Mata Tapi..


Most Popular
Features