Rusia menghujani ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan serangan rudal dan drone besar-besaran pada Minggu (24/5/2026) pagi. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE OF UKRAI)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia juga menggunakan rudal hipersonik canggih Oreshnik dalam serangan itu. (REUTERS/Thomas Peter)
Dilansir Reuters, Minggu (24/5/2026), serangan itu terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam membalas serangan pihak Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia. Beberapa ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina sepanjang dini hari. (REUTERS/Thomas Peter)
Angkatan udara Ukraina menyebut ada 600 drone dan 90 rudal yang digunakan Rusia. Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua orang tewas di ibu kota dan 56 terluka, sementara kepala wilayah Kyiv di sekitarnya mengatakan dua orang juga tewas di sana, dan sembilan terluka. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE OF UKRAI)
Ledakan di ibu kota menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal di dekat distrik pemerintahan bergetar. Sementara, puluhan orang berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota. (REUTERS/Thomas Peter)
Sebagai informasi, rudal Oreshnik dilaporkan bisa meluncur lebih dari 10 kali kecepatan suara. Saat ini, belum ada teknologi yang dilaporkan bisa menghentikan rudal itu. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE OF UKRAI)
Serangan terhadap sebuah sekolah telah memicu kebakaran dan serangan lain terhadap pusat bisnis menyebabkan orang-orang terjebak di tempat perlindungan. (REUTERS/Thomas Peter)