MARKET DATA

DPR Panggil Menhub & Bos KAI Rapat Soal Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
21 May 2026 14:23
Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi V DPR RI memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi hingga Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin untuk mengurai penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan penumpang. DPR menilai tragedi tersebut menjadi alarm serius bagi keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan, rapat digelar khusus untuk membahas rangkaian insiden yang berujung pada kecelakaan maut di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. DPR meminta penjelasan langsung dari pemerintah, PT KAI, Korlantas Polri hingga KNKT terkait penyebab dan penanganan kecelakaan tersebut.

"Kejadian di Bekasi Timur beberapa waktu lalu itu yang akan kita urai pada siang hari ini. Kami ingin mendapat penjelasan dari pemerintah, dari Menteri Perhubungan, nanti kalau dipandang perlu kita akan minta juga tanggapan dari Dirut PT KAI untuk menyampaikan beberapa hal yang dipandang perlu," kata Lasarus dalam rapat Komisi V DPR RI bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

KNKT turut berduka cita atas kejadian tabrakan antara KA Bromo Anggrek dan KRL TM 6024 di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. (KNKT)Foto: KNKT turut berduka cita atas kejadian tabrakan antara KA Bromo Anggrek dan KRL TM 6024 di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. (KNKT)

Ia menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil mogok di perlintasan sebidang JPL 85 yang tidak dijaga lalu tertabrak KRL 5181 relasi Bekasi-Cikarang. Insiden itu kemudian berlanjut hingga terjadi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan gerbong belakang KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang.

"Kejadian ini merupakan rentetan yang diawali tertabraknya mobil yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85 yang tidak terjaga, oleh KRL 5181 relasi Bekasi-Cikarang," ujarnya.

"Peristiwa ini menewaskan 16 orang dan puluhan lain luka-luka. Kejadian itulah yang mengundang kita rapat pada hari ini," lanjut dia.

Menurut Lasarus, tragedi tersebut menambah panjang daftar kecelakaan kereta api di Indonesia yang terus berulang dari masa ke masa. Karena itu, Komisi V DPR RI kembali menekankan aspek keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik.

"Komisi V DPR RI selalu menekankan bahwa keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan adalah faktor mutlak dalam semua penyelenggara moda transportasi," tegasnya.

Selain meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan dan PT KAI, Komisi V DPR RI juga menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan di Bekasi Timur tersebut.

"Yang terpenting juga, apa hasil dari KNKT terkait dengan hasil investigasi dari kecelakaan ini," ucap Lasarus.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menhub Batal Hadir, Raker DPR Soal Tabrakan Argo Bromo Vs KRL Ditunda


Most Popular
Features