Prabowo Tegaskan: 'Tidak Ada ASN yang Tak Bisa Diganti'
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti perihal lambannya perizinan investasi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 Dewan Perwakilan Rakyat di Ruang Sidang Paripurna MPR/DPR/DPD, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, perizinan di Indonesia memakan waktu bulanan atau tahunan, sementara di Malaysia hanya dua minggu saja. Hal ini disebabkan oleh birokrasi yang berbelit-belit dan aparatur sipil negara (ASN) pemerintah yang santai dan leha-leha dalam bekerja.
"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat jangan kita jadi pemerintah yang santai yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae (gimana nanti saja). Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha (nanti gimana) bukan kumaha engke wae (gimana nanti saja)," katanya.
Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa tidak ada ASN yang tidak bisa diganti. Menurutnya, ASN bisa saja dicopot jika tidak becus dan ketahuan korupsi.
"Kalau nggak suruh dia tinggal di rumah saja biar dia malu anak istrinya, 'Pak kenapa gak ke kantor? Saya gak dipercaya karena banyak korupsi',"paparnya.
Prabowo menuturkan kondisi ini menjadi tantangan semua, baik pemerintah dan wakil rakyat. Pasalnya, perbaikan dan transformasi ini penting untuk masa depan Indonesia.
"Kita harus jadi negara hebat tidak mau jadi negara lemah terus menerus," katanya.
Prabowo lantas mengungkapkan ciri khas birokrat. Salah satunya adalah meminta tanda tangan kepada pimpinan pada sore hari, pukul 17.30.
"Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan. Bener? Bener. Ini banyak dari Golkar yang senyum. Berarti pengalamannya banyak ini. Golkar banyak pengalaman ini," kata Prabowo.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]