MARKET DATA

Tak Cuma ke Malaysia, RI Bakal Ekspor Beras ke Banyak Negara: Kapan?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
19 May 2026 18:15
Imbas Perang, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras-Pupuk ke RI
Foto: CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan ekspor beras Indonesia nantinya tidak hanya ke Malaysia saja, tapi juga ke beberapa negara lain.

Sudaryono mengungkapkan ada tiga negara lain selain Malaysia yang akan diekspor beras dari Indonesia, yakni Papua Nugini, Timor Leste, dan Aljazair. Tak hanya itu saja, pihaknya bersama Bulog telah mengekspor beras khusus ke Palestina dan Arab Saudi, di mana sebanyak 10.000 ton beras diekspor ke Palestina untuk kebutuhan para penduduk Palestina dan sebanyak 2.000 ton beras diekspor ke Arab Saudi untuk keperluan jamaah haji.

"Beras untuk ekspor, selain Malaysia, ada Papua Nugini, terus ada juga ini kami dengar Timor Leste, termasuk Aljazair juga. Rasanya ada kebutuhan di sana," kata Sudaryono saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Namun, pihaknya tidak merinci kapan beras tersebut bisa diekspor karena harus dihitung dengan cermat agar kebutuhan di dalam negeri tidak terdampak.

"Tapi sekali lagi, semua ekspor ini tentu akan dihitung secara cermat, jangan sampai kemudian kita mengorbankan kebutuhan dalam negeri," lanjut Sudaryono.

Dia menjelaskan penjajakan ekspor sudah mulai berjalan tahun ini. Kendati demikian, pemerintah masih mematangkan proses Business-to-Business (B2B), terutama mengenai kesepakatan harga jual agar tidak merugikan keuangan negara. Ia menargetkan ekspor beras tahun ini bisa berjalan seiring dengan stok dalam negeri melimpah hingga akhir tahun.

"Ya, kita sudah jajaki dengan beberapa negara, ini kan kita harus hitungannya ekspor itu kan harus ada hitungan komersilnya, harganya juga enggak boleh dong, kemudian Bulog dirugikan gitu," terang Sudaryono.

Sudaryono juga sudah mengalokasikan beras untuk diekspor sebanyak 500.000 ton, sehingga diharapkan beras ini tidak mengganggu kebutuhan di dalam negeri, meski kondisi di dalam negeri masih cukup melimpah hingga mencapai 5,37 juta ton per hari ini.

"Kita alokasikan ada sekitar 500 ribu ton yang kita cadangkan untuk kebutuhan ekspor," ujarnya.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekspor Beras Belum Deal, Bos Bulog Ungkap Malaysia Tawar Harga Segini


Most Popular
Features