Jreng! Putin Bakal Sambangi Tetangga RI, Lawatan Kedua Dalam Setahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada tanggal 12 hingga 13 September 2026 mendatang. Kepastian mengenai kehadiran pemimpin Rusia tersebut dilaporkan langsung oleh kantor berita milik pemerintah Rusia, TASS.
Mengutip laporan NDTV pada Senin (18/05/2026), kepastian mengenai kunjungan penting tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. Kunjungan diplomatik ini akan menandai perjalanan kedua sang Presiden Rusia ke India dalam kurun waktu kurang dari satu tahun terakhir.
"Putin pasti akan ambil bagian dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi," ujar Dmitry Peskov seperti dikutip dari TASS oleh NDTV.
India sendiri ditetapkan untuk menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-18 di New Delhi di bawah kepemimpinan atau presidensi blok tersebut tahun ini. Pelaksanaan KTT berharga ini bergulir di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang semakin memanas, termasuk ketegangan yang terus berlanjut di Asia Barat yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Putin tercatat terakhir kali mengunjungi India pada Desember 2025 silam, di mana dirinya mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi selama KTT Tahunan India-Rusia ke-23. Kunjungan tersebut sekaligus menandai peringatan 25 tahun Deklarasi Kemitraan Strategis antara kedua negara yang memiliki hubungan erat tersebut.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Moskow kini sedang bersiap untuk menyambut kedatangan balasan dari pihak pemerintah India.
"Perdana Menteri Narendra Modi mengonfirmasi kemarin bahwa ia akan melakukan kunjungan balasan ke Rusia tahun ini. Kami akan bersiap untuk KTT ini juga," kata Sergey Lavrov setelah pertemuan para menteri BRICS di New Delhi.
Lavrov juga menggarisbawahi bagaimana dalamnya hubungan bilateral yang terjalin antara India dan Rusia selama ini. Dirinya menegaskan bahwa kerja sama di antara kedua negara tersebut telah mencakup berbagai sektor strategis yang sangat luas.
"Kami ingin kemitraan strategis kami yang sangat istimewa ini terus berkembang secara efektif di semua bidang," tutur Lavrov menjelaskan.
Blok BRICS saat ini beranggotakan 11 negara ekonomi berkembang yang berpengaruh di dunia. Anggota tersebut meliputi Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab, di mana pengelompokan ini fokus pada kerja sama politik, ekonomi, dan strategis di antara negara-negara berkembang utama.
source on Google [Gambas:Video CNBC]