MARKET DATA

Kinerja 2025 Moncer, PT Timah Setor Rp1,62 Triliun ke Negara

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
18 May 2026 20:55
Timah balok siap jual. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Timah balok siap jual. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah Tbk (TINS) menyetorkan kontribusi kepada negara sebesar Rp 1,624 triliun dalam bentuk pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025.

Angka tersebut tercatat melonjak sebesar 106,9% dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 855,044 miliar.

Corporate Secretary TINS Ruddy Nursalam menjelaskan bahwa perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja operasional dan tanggung jawab kepada negara. Ia menyebut setoran tersebut merupakan upaya perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

"Kontribusi melalui pajak dan PNBP merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat dan negara," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Lonjakan setoran tersebut sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan yang membukukan laba bersih sebesar Rp 1,31 triliun pada tahun 2025. Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID itu mencatat kenaikan kontribusi berasal dari pajak penghasilan, PPN, PBB, royalti, bea keluar, hingga iuran produksi.

Ruddy menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar target produksi mineral, namun juga memperkuat tata kelola perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang maksimal. Hal itu dilakukan dengan mengedepankan prinsip Good Mining Practice dalam setiap aktivitas pertambangan timah.

Selain fokus pada setoran negara, perusahaan juga tetap mengalokasikan sumber daya untuk program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Langkah tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat serta pengembangan UMKM sebagai komitmen dalam menciptakan manfaat ekonomi di sekitar wilayah operasional.

Seperti diketahui, PT Timah (Persero) Tbk mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,82 triliun sepanjang 2025, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,81 triliun. Sementara itu, laba bersih perusahaan sepanjang 2025 naik 5,12% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,31 triliun.

Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro mengatakan bahwa capaian laba bersih mencapai 119% dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025.

"Perseroan fokus ke penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran, dan keuangan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Kinerja bottom line perusahaan didukung oleh pendapatan sebesar Rp11,55 triliun meningkat 6,41% yoy. Hal ini seiring dengan kenaikan harga jual rata-rata logam timah.

Sepanjang 2025, harga logam timah global tercatat naik dibandingkan tahun sebelumnya didukung oleh meningkatnya permintaan untuk semikonduktor, panel fotovoltaik dan teknologi transisi energi lainnya.

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) tahun 2025 sebesar US$ 34.119,96 per ton atau naik 13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar USD$ 30.177,45 per ton.

Persediaan timah di gudang LME pada akhir Desember 2025 berada di posisi 5.420 ton, naik 14% dari awal tahun 2025 di posisi 4.760 ton.

Berdasarkan CRU Tin Monitor, pada tahun 2025 produksi logam timah global diperkirakan sebesar 371.369 ton. Sedangkan konsumsi logam timah global diperkirakan sebesar 389.404 ton.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article PT Timah Bidik Produksi Timah Hingga 30.000 Ton di 2026


Most Popular
Features