Kapal pesiar mewah MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus tiba di pelabuhan Rotterdam, Belanda, pada Senin (18/5/2026), dengan pihak berwenang menyiapkan fasilitas karantina bagi awak kapal yang masih berada di atas kapal. (REUTERS/Yves Herman)
Sebanyak 23 awak dan dua tenaga medis tambahan dijadwalkan menjalani pengawasan kesehatan setibanya kapal di pelabuhan. (REUTERS/Yves Herman)
Kapal berbendera Belanda yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions itu sebelumnya membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kasus pertama penyakit pernapasan berat terkait hantavirus dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia pada 2 Mei. (REUTERS/Yves Herman)
Sejak wabah muncul, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri atas pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Otoritas kesehatan internasional terus memantau kemungkinan penularan lebih lanjut dari wabah tersebut. (REUTERS/Yves Herman)
MV Hondius sempat terdampar di lepas pantai Cape Verde setelah otoritas setempat melarang para penumpang turun ke darat akibat kekhawatiran penyebaran penyakit. Cape Verde merupakan tujuan akhir pelayaran kapal tersebut sebelum wabah terdeteksi. (REUTERS/Yves Herman)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Uni Eropa kemudian meminta Spanyol mengoordinasikan proses evakuasi di Kepulauan Canary. Setelah proses evakuasi selesai, kapal diberangkatkan menuju Rotterdam dengan awak minimum dan dua tenaga medis tambahan untuk memantau kondisi di atas kapal. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)
Otoritas pelabuhan Rotterdam menyatakan fasilitas karantina telah disiapkan bagi sebagian awak kapal non-Belanda. Namun, belum dipastikan apakah mereka akan menjalani seluruh masa karantina selama 42 hari sesuai rekomendasi kesehatan. Kapal MV Hondius juga dijadwalkan menjalani proses disinfeksi menyeluruh. (REUTERS/Yves Herman)