Petugas mengisi bahan bakar gas ke sebuah kendaraan pribadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
SPBG di Pondok Ungu Bekasi dilengkapi dengan dua dispenser yang masing-masing memiliki kapasitas penyaluran gas 1.000 meter kubik gas per hari. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Satu dispenser melayani kendaraan besar seperti bus dan satu dispenser melayani kendaraan kecil seperti taksi, angkot dan kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Setiap dispenser memiliki dua nozzle untuk pengisian ke kendaraan. Fasilitas SPBG ini digunakan untuk sejumlah kendaraan umum di wilayah Bekasi seperti taksi, angkot dan bus Trans Jakarta dan kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
“Jumlah angkot mikrolet yang mengisi BBG berada di urutan kedua berdasarkan volume kendaraan untuk kategori angkutan setelah Bajaj Biru Ramah Lingkungan. Namun bila dihitung dari volume konsumsi kendaraan yang pakai BBG, peringkat pertama masih pada bus TransJakarta," ungkap petugas SPBG saat berbincang dengan CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ada pula jenis angkutan umum lainnya yang mengis bahan bakar gas ini yaitu taksi. Namun, menurut beberapa penuturan petugas SPBG, volume taksi yang mengisi BBG tidak terlalu banyak. Selain taksi, beberapa kendaraan pribadi juga sudah mulai mengisi BBG. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
SPBG di wilayah Bekasi merupakan respons atas tingginya arus lalu lintas kendaraan yang hilir mudik ke Jakarta. Sekitar 60% total populasi warga Bekasi hilir mudik ke Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sejalan dengan ini, penggunaan gas pada kendaraan di wilayah Bekasi diperkirakan akan terus tumbuh. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menunda penggunaan bahan bakar gas, terutama di sektor transportasi massal. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Penggunaan gas bumi di sektor transportasi wilayah Bekasi memberikan banyak keuntungan bagi pengguna kendaraan pribadi, selain menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM dan memangkas beban subsidi pemerintah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)